Analisis pewarisan harta pusaka minangkabau perspektif maqāṣid al-sharīʻah dan kesetaraan gender: studi kasus Nagari Koto Padang Kec. Koto Baru, Kab. Dharmasraya

Zakiyah, Kuni (2026) Analisis pewarisan harta pusaka minangkabau perspektif maqāṣid al-sharīʻah dan kesetaraan gender: studi kasus Nagari Koto Padang Kec. Koto Baru, Kab. Dharmasraya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Kuni Zakiyah_05070123146 OK.pdf] Text
Kuni Zakiyah_05070123146 OK.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Kuni Zakiyah_05070123146 Full.pdf] Text
Kuni Zakiyah_05070123146 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 September 2029.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bertahannya sistem pewarisan adat Minangkabau di Nagari Koto Padang Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya yang menggunakan sistem matrilineal, yaitu garis keturunan ibu. Dalam sistem tersebut, harta pusaka tinggi diwariskan kepada perempuan sebagai penerus kaum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pewarisan harta pusaka Minangkabau di Nagari Koto Padang serta menganalisisnya berdasarkan perspektif maqāṣid al-sharīʻah dan kesetaraan gender. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi proses pewarisan adat Minangkabau, analisis maqāṣid al-sharīʻah, dan analisis kesetaraan gender terhadap pewarisan harta pusaka di Nagari Koto Padang. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan maqāṣid al-sharīʻah dan kesetaraan gender. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sumber data berasal dari tokoh nagari dan masyarakat Nagari Koto Padang yang memahami sistem pewarisan adat Minangkabau. Data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menghubungkan hasil penelitian lapangan dan teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pewarisan harta pusaka Minangkabau di Nagari Koto Padang masih dilaksanakan berdasarkan sistem matrilineal. Harta pusaka tinggi diwariskan kepada perempuan dan dijaga oleh mamak agar tetap utuh dalam kaum, sedangkan harta pusaka rendah dibagikan berdasarkan hukum Islam maupun hasil musyawarah keluarga. Dalam perspektif maqāṣid al-sharīʻah, sistem tersebut berkaitan dengan prinsip ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-māl, yaitu menjaga kesejahteraan hidup dan menjaga keberlangsungan harta kaum. Dari perspektif kesetaraan gender, sistem pewarisan ini menunjukkan adanya keseimbangan peran antara perempuan sebagai penerima harta pusaka dan laki-laki sebagai pelindung serta pengelola harta kaum. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar masyarakat Nagari Koto Padang tetap mempertahankan nilai adat Minangkabau yang selaras dengan syariat Islam serta terus mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian persoalan warisan. Selain itu, generasi muda diharapkan mampu memahami sistem pewarisan matrilineal sebagai bentuk perlindungan sosial dan keberlangsungan adat Minangkabau.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Zakiyah, Kuni kunizakiya404@gmail.com 05070123146
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Darmawan, Darmawan darmawan@uinsby.ac.id 2010048001
Uncontrolled Keywords: Waris; harta waris; pembagian warisan; pewarisan adat Minangkabau
Subjects: Gender
Waris
Peradilan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Kuni Zakiyah Chozien
Date Deposited: 09 Sep 2026 06:53
Last Modified: 09 Sep 2026 06:53
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95811

Actions (login required)

View Item
View Item