Analisis hukum talfiq qira’at sab’ah dalam shalat berjamaah menurut Imam al-Nuwayri dan al-Jazari di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang

Ramadhan, Muhmmad Alfazain Nurrahmat (2025) Analisis hukum talfiq qira’at sab’ah dalam shalat berjamaah menurut Imam al-Nuwayri dan al-Jazari di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of M. Alfazain Nurrahmat Ramadhan_05040521048 full.pdf] Text
M. Alfazain Nurrahmat Ramadhan_05040521048 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2029.

Download (4MB)
[thumbnail of M. Alfazain Nurrahmat Ramadhan_05040521048.pdf] Text
M. Alfazain Nurrahmat Ramadhan_05040521048.pdf

Download (4MB)

Abstract

Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat yang menjadi tiang agama dan harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Salah satu aspek penting dalam shalat adalah bacaan Al-Qur’an, yang dalam tradisi keilmuan dikenal dengan qira’at, termasuk qira’at sab’ah yang memiliki variasi dalam pengucapan namun tetap sah dan tidak mengubah makna. Dalam praktik berjamaah, muncul fenomena talfiq qira’at, yaitu penggunaan campuran beberapa qira’at dalam satu ibadah, yang menimbulkan perbedaan pandangan ulama mengenai keabsahan dan hukumnya. Imam al-Nuwayri dan Ibn al-Jazari menjadi dua tokoh penting yang memberikan pandangan mendalam terkait batasan serta fleksibilitas penggunaan qira’at dalam shalat berjamaah. Dengan memperhatikan latar belakang, maka dapat dimunculkan rumusan masalah, yakni Bagaimana talfiq qira’at sab’ah dalam shalat berjama’ah di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang; serta analisis hukum talfiq qira’at sab’ah dalam shalat berjama’ah menurut imam al-Nuwairi dan al-Jazari di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian hukum empiris. Sumber hukum primer yang diambil dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara dengan pengasuh dan dewan asatidz, dan ditambahkan wawancara dengan beberapa santri yang mengikuti kegiatan sholat berjamaah. Kemudian data sekunder diambil dari literatur ilmiah seperti buku, jurnal, skripsi, tesis, serta artikel ilmiah lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Nuwayri menolak praktik talfiq qira’at apabila menyebabkan perubahan makna atau melanggar konsistensi satu qira’at dalam satu rangkaian bacaan, sehingga dinilai tidak sah dalam shalat. Sebaliknya, Imam al-Jazari membolehkan praktik ini selama tetap dalam koridor qira’at mutawatir, tidak mengubah substansi makna, serta dilakukan oleh pembaca yang memahami kaidah qira’at secara baik. Dalam konteks Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang, praktik talfiq qira’at diterima secara terbatas dan kontekstual, terutama sebagai sarana edukasi dan pelestarian tradisi qira’at sab’ah di kalangan santri. Penulis menyarankan agar praktik talfiq qira’at sab’ah tersebut digunakan sebagai batas pengajaran (li at-tarbiyah) halaqoh dan tidak dilakukan dalam ibadah shalat berjamaah. Dan kemudian para pengajar dan penghafal Al-Qur’an dipesantren untuk sebaiknya memperdalam pemahaman kaidah qirā’āt dan batasan talfiq agar praktiknya tidak serampangan dan tetap sesuai qirā’āt mu‘tabarah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Ramadhan, Muhmmad Alfazain Nurrahmat fazaskripsi@gmail.com 05040521048
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Arifin, Moch. Zainul zainularifin231@gmail.com 2017047102
Uncontrolled Keywords: Hukum; talfiq qira’at sab’ah; shalat berjamaah; Pondok Pesantren
Subjects: Hukum Islam
Pemikiran
Al Qur'an
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Faza Khozin
Date Deposited: 08 Oct 2026 07:34
Last Modified: 08 Oct 2026 07:34
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95916

Actions (login required)

View Item
View Item