Buana, Fazrian Arga (2023) Hukum vasektomi dalam program keluarga berencana analisis komparatif metode istinbath keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama dan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Fazrian Arga Buana_C06216008_ Full.pdf
Download (4MB)
Abstract
Skripsi dengan judul ‚Hukum Vasektomi Dalam Program Keluarga Berencana Analisis Komparatif Metode Istinbath Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama Dan Majelis Tarjih Muhammadiyah‛ merupakan penelitian yang berusaha menjawab dua rumusan masalah yaitu: 1. Apa metode Istinbath yang dipakai dalam keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama dan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah terkait vasektomi dalam program keluarga berencana? 2. Bagaimanakah analisis komparatif metode Istinbath keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama dan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah terkait vasektomi dalam program keluarga berencana ?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode berfikir deduktif yaitu menarik kesimpulan secara khusus dari data-data yang bersifat umum. Dalam hal ini menarik kesimpulan bahwa komparasi antara Bahtsul Masail dan Majelis Tarjih mengenai hukum vasektomi. Secara khusus telah menganalisis data-data terkait dengan hukum vasektomi dari dua pendapat antara Bahtsul Masail dan Majelis Tarjih yang dipaparkan dan dijelaskan sehingga mendapat data yang konkrit mengenai hukum vasektomi dari dua sudut pandang antara Bahtsul Masail dan Majelis Tarjih. Proses penelitian ini menemukan bahwa Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam melakukan istinbath hukum memiliki metode berbeda. pertama Nahdlatul Ulama melalui lembaga bahtsul masail dalam permasalahan vasektomi menggunkan metode Ilhaqi dengan menyamakan permasalahan hukum atau kasus yang belum terjawab dengan kitab atau menyamakan pendapat dengan yang sudah terjadi. Kedua Muhammadiyah melalui lembaga majelis tarjih menggunakan metode Istislahi dengan tetap mengacu kepada prinsip jalbu masalaih wa daf’u mafasid dengan Manhaj jam’u. Keputusan istnbath vasektomi dalam keluarga berancana menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiah memiliki persamaan. Pertama keberlakuan hukum yang wajib diikuti para penganut organisasinya, Kedua Metode pembentukan hukum yang digunakan dengan musyawarah. Ketiga hukum vasektomi menurut kedua kedua organisasi ini dihukumi boleh dengan syarat. Perbedaan diantara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah teretak pada. Pertama sumber hukum yang digunakan dalam Istinbath nya Nahdlatul Ulama selalu merujuk pada kitab-kitab mazhab, kemudian melakukan penggalian atas kitab tersebut, bukan menggali Al-Qur’an ataupun Hadis. Sedangkan Muhammadiyah mengambi secara langsung dari Al Quran dan hadis. Saran dari penelitian ini pertama, Metode Istinbath yang digunakan Nahdlatul Ulama harus dilakukan pembaharuan, metode Ilhaqi yang menyamakan hukum suatu kasus atau masalah serupa yang telah dijawab dengan kitab, jauh untuk bisa dikatakan sinkron antara keputusan Muktamar dengan dasar yang digunakan mengenai masalah vasektomi ini. Kedua Sebaiknya sebelum melakukan tindakan vasektomi diharapkan perlu mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya dengan matang, Serta diperlukannya persetujuan dari pasangan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Vasektomi; program Keluarga Berencana | ||||||||
| Subjects: | Agama Hukum Islam Perbandingan Madzhab |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab | ||||||||
| Depositing User: | Fazrian Arga Buana | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 02:23 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 02:25 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95918 |
