Murtadlo, Muhammad Ali (2026) Qisas dalam al-qur’an: penafsiran surat al-baqarah ayat 178-179 perspektif Tafsir Maqasidi Abdul Mustaqim. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Ali Murtadlo_02240523020 OK.pdf
Download (1MB)
Muhammad Ali Murtadlo_02240523020 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2029.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat mengenai hukuman mati (qisas) dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 178-179, yang dianggap kejam oleh kelompok abolisionis atau aktivis HAM, dan di sisi lain dipahami secara kaku oleh kelompok tekstualis. Penelitian ini bertujuan merekontruksi pemahaman qisas agar tidak berhenti pada makna lahiriah sebagai sanksi balasan, tetapi sebagai instrumen perlindungan jiwa dan menegakkan keadilan sosial dengan pendekatan tafsir maqasidi yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim. Adapun rumusan masalah penelitian ini ialah: 1) Bagaimana analisis penafsiran ayat qisas dalam surah al-Baqarah ayat 178-179? 2) Bagaimana analisis penafsiran tersebut dalam perspektif tafsir maqasidi Abdul Mustaqim? 3) Bagaimana refleksi penafsiran qisas dalam konteks Indonesia?Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), bersifat deskriptif-analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini berupa kitab tafsir klasik dan era pertengahan (tafsir al-Tabari, Ibn Kathir dan al-Qurtubi) dan tafsir kontemporer (tafsir al-Manar dan al-Misbah), serta karya-karya Abdul Mustaqim mengenai tafsir maqasidi. Data skunder berupa literatur akademik, jurnal, penelitian terkait. Analisis dilakukan dengan pendekatan tafsir maqasidi yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim, mencakup pendekatan tematik, linguistik, asbab al-nuzul, konteks kekinian, kemudian dihubungkan dengan teori maqasid shari’ah. Hasil penelitian ini menjukkaan bahwa penafsiran qisas mengalami perkembangan dari aspek legal-formal dalam tafsir klasik menuju tafsir kontemporer yang menghadirkan dimensi sosial dan nilai moderasi yang lebih kontekstual. Perkembangan ini menjukkan bahwa qisas tidak hanya dipahami sebagai aturan hukum, tetapi juga upaya untuk mewujudkan keadilan dan kemaslahatan sosial. Dalam perspektif tafsir maqasidi yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim, qisas merupakan instrumen utama dalam perlindungan jiwa (hifz al-nafs). Namun, sifatnya tidak kaku, karena syariat juga menyediakan ruang pemaafan (‘afw) dan diyat sebagai alternatif penyelesaian. Dalam konteks Indonesia dan kekinian, qisas dapat dipahami sebagai langkah awal dari konsep keadilan restoratif (restorative justice). Pendekatan ini relevan untuk memperkuat perdamaian sosial dan memastikan terpenuhinya hak keluarga korban. Dengan demikian, penegakan qisas perspektif maqasid tidak bertentangan dengan spirit HAM, tetapi justru memberikan perlindungan hidup yang lebih menyeluruh, baik bagi keluarga korban maupun pelaku, melalui mekanisme hukum yang adil, beradab, dan berorientasi pada kemaslahatan.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Qisas; Tafsir Maqasidi; Abdul Mustaqim | ||||||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Al Qur'an Tafsir |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Ali Murtadlo | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 01:18 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 01:18 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95953 |
