Tinjauan kriminologi dan hukum pidana Islam terhadap tindak pidana penganiayaan mahasiswa yang mengakibatkan kematian: Studi Kasus di Polrestabes Surabaya

Zakiyah, Erika (2025) Tinjauan kriminologi dan hukum pidana Islam terhadap tindak pidana penganiayaan mahasiswa yang mengakibatkan kematian: Studi Kasus di Polrestabes Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Erika Zakiyah_C93218079 OK.pdf] Text
Erika Zakiyah_C93218079 OK.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of Erika Zakiyah_C93218079 Full.pdf] Text
Erika Zakiyah_C93218079 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 October 2029.

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum empiris. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder, yang dimana data primer diperoleh dari wawancara di Polrestabes surabaya. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, skripsi dan Perundang-undangan yang berhubungan dengan tema peneliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara dan dokumentasi, adapun teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang bersifat deduktif. Penelitian ini dilakukan di Unit Reserse Mobile Polrestabes Surabaya. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, tindak pidana penganiayaan mahasiswa yang mengakibatkan kematian secara kriminologi dapat dikaji menggunakan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi yang mana untuk menganalisis faktor penyebab kejahatan yaitu lemahnya empat ikatan sosial pada pelaku yakni attachment, commitment, involvement, dan belief. Diketahui bahwa faktor penyebab penganiayaan adalah pelaku mengalami pengalaman kekerasan sebelumnya, budaya senioritas, sikap superioritas, serta kurangnya pengawasan dari institusi dan keluarga memperbesar peluang terjadinya kekerasan. Kedua, dalam perspektif hukum pidana Islam perbuatan pelaku tidak lagi tergolong penganiayaan biasa, melainkan masuk kategori pembunuhan yang menyerupai kesengajaan (qatl shibhu al-‘amdi). Pelaku diwajibkan membayar diat (diyat mughallazah) yang dibebankan kepada keluarganya (‘aqilah) serta menjalankan kafarat berupa memerdekakan budak atau berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika diat tidak bisa dibayarkan, hukuman dapat diganti dengan takzir sesuai keputusan hakim. Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis menyarankan: Diperlukan penguatan sistem pembinaan karakter dan pengawasan di lingkungan kampus, penghapusan budaya senioritas yang mengarah pada kekerasan, serta keterlibatan aktif keluarga dalam memantau perkembangan mahasiswa. Selain itu, penerapan hukum yang tegas dan adil menjadi kunci penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Zakiyah, Erika erikazakiyah89@gmail.com C93218079
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Hatta, Moh hattamuhammad644@gmail.com 2026107104
Uncontrolled Keywords: Penganiayaan; pembunuhan; kriminal
Subjects: Hukum Islam
Kriminologi
Penganiayaan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Erika Zakiyah
Date Deposited: 05 Oct 2026 06:56
Last Modified: 05 Oct 2026 06:56
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96012

Actions (login required)

View Item
View Item