Hakim, Lukman (2026) Dewesternisasi jurnalisme di indonesia: konstruksi media dakwah pada Media Organisasi Islam. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Lukman Hakim_01040122010 OK.pdf
Download (984kB)
Lukman Hakim_01040122010 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 October 2029.
Download (8MB)
Abstract
Penelitian ini berangkat dari keterbatasan perspektif yang cenderung memandang hubungan antara Islam dan jurnalisme sebagai relasi yang bersifat dikotomis antara profesionalisme jurnalistik modern dan nilai-nilai keagamaan. Perspektif tersebut belum mampu menjelaskan bagaimana praktik jurnalisme dakwah yang berlangsung dalam media organisasi Islam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konstruksi jurnalisme dakwah dan model dewesternisasi jurnalisme pada media organisasi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif komparatif pada Majalah AULA dan Majalah Hidayatullah dengan teknik pengumpulan data berupa observasi ruang redaksi, wawancara mendalam, analisis dokumen, dan analisis teks berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalisme dakwah pada kedua media dikonstruksi sebagai praktik produksi makna yang menjalankan fungsi normatif, ideologis, dan institusional. Pada Majalah AULA, jurnalisme dakwah berkembang dalam kerangka komunitarian-kultural yang berorientasi pada reproduksi habitus sosial-keagamaan dan penguatan identitas warga Nahdlatul Ulama. Sebaliknya, Majalah Hidayatullah mengonstruksi jurnalisme dakwah dalam kerangka ummah-global yang memosisikan berita sebagai instrument dakwah untuk membangun solidaritas dan kesadaran umat Islam lintas batas. Perbedaan orientasi tersebut direpresentasikan melalui konstruksi simbol-simbol budaya keagamaan, penggunaan ideograf, dan aktivasi memori kolektif dalam teks berita. Penelitian ini menghasilkan model hibridisasi apropriatif sebagai mekanisme dewesternisasi jurnalisme, yaitu proses integrasi norma-norma jurnalistik modern dengan orientasi ideologis dan nilai-nilai Islam tanpa menegasikan prinsip-prinsip profesional jurnalistik. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa hibridisasi apropriatif pada media organisasi Islam tidak hanya membentuk praktik jurnalisme dakwah, tetapi juga memperkuat kapasitas media dalam mempertahankan identitas, legitimasi, dan keberlanjutan organisasi sehingga membentuk resiliensi media.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Jurnalisme Dakwah; Dewesternisasi Jurnalisme; Model Hibrida Apropriatif; Media Organisasi Islam; Resiliensi Media. | ||||||||||||
| Subjects: | Ilmu Komunikasi Komunikasi Dalam Islam Jurnalisme |
||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Studi Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Dr Lukman Hakim | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 02:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Oct 2026 02:10 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96091 |
