Hakim, Luqman (2026) Transformasi makna shajarah ṭayyibah dan shajarah khabīthah dalam qs. Ibrahim: 24–27: analisis diakronik dari klasik hingga modern. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Luqman Hakim_02240524011 1 OK.pdf
Download (4MB)
Luqman Hakim_02240524011 1 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 October 2029.
Download (4MB)
Abstract
Al-Qur’an seringkali menggunakan bahasa metaforis dalam menyampaikan pesan-pesannya, salah satunya adalah metafora shajarah ṭayyibah dan shajarah khabīthah dalam QS. Ibrāhīm: 24-27 yang merupakan perumpamaan dari kalimah ṭayyibah dan kalimah khabīthah. Metafora dalam ayat tersebut menarik untuk dikaji karena mengandung kedalaman makna yang mengalami transformasi ditangan para mufasir. Oleh karena itu penelitian ini ingin menganalisis transformasi makna narasi shajarah ṭayyibah dan shajarah khabīthah melalui pendekatan diakronik (longue durée) dari masa tafsir klasik hingga modern, kajian ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana horizon mufasir dapat mempengaruhi hasil penafsiran yang terus bertransformasi sekaligus menunjukkan bahwa penafsiran terhadap ayat-ayat AlQur’an tidak pernah bersifat final. Penelitian terdahulu mengenai ayat ini masih bersifat sinkronis, terbatas pada satu tokoh atau periode tertentu, sehingga belum memetakan bagaimana maknanya berevolusi secara historis. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi, penelitian ini menelaah 15 kitab tafsir, mulai dari Tafsīr Al-Kabīr karya Muqātil ibn Sulaymān hingga Tafsīr Al-Mishbāh karya M. Quraish Shihab yang dipetakan berdasarkan periodisasi tafsir Walid Ahmad Saleh, serta dianalisis menggunakan teori fusion of horizons Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap narasi shajarah ṭayyibah dan shajarah khabīthah dalam ayat tersebut mengalami transformasi yang signifikan dan beragam: 1) makna literal berdasarkan riwayat. 2) legitimasi teologis Syi’ah Imamiyah. 3) justifikasi kebenaran ontologis Al-Qur’an. 4) manifestasi seorang mukmin dan konsep keimanan. 5) makna filosofis tentang kondisi spiritual. 6) stabilitas makna dalam tradisi hāshiyah. 7) gambaran kondisi psikologis manusia. Adanya pola transformasi penafsiran ini tidak dapat dilepaskan dari faktor- faktor yang melatar belakanginya seperti faktor sosio historis, latar intelektual mufasir, metodologi penafsiran, tujuan penulisan tafsir, afiliasi teologis, hingga periode modern yang menuntut hasil penafsiran yang relevan secara moral dan spiritual. Dengan demikian penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan terhadap suatu ayat tidak pernah bersifat final melainkan bersifat dinamis, sehingga akan terus mengalami perubahan dan perkembangan seiring waktu.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Shajarah Ṭayyibah; Shajarah Khabīthah; Fusion of Horizons; Analisis Diakronik; Transformasi Tafsir | ||||||||||||
| Subjects: | Tafsir > Tafsir Al Qur'an | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Luqman Luqman Hakim | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 02:02 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Oct 2026 02:02 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96129 |
