Cloud seeding dalam alquran: analisis Tafsir Ilmi QS. al-Nur [24]: 43 Dan QS. al-Jathiyah [45]: 13

Septinawati, Rizky Dwi Ratna (2026) Cloud seeding dalam alquran: analisis Tafsir Ilmi QS. al-Nur [24]: 43 Dan QS. al-Jathiyah [45]: 13. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Rizky Dwi Ratna Septinawati_02240524033 full.pdf] Text
Rizky Dwi Ratna Septinawati_02240524033 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 October 2029.

Download (2MB)
[thumbnail of Rizky Dwi Ratna Septinawati_02240524033.pdf] Text
Rizky Dwi Ratna Septinawati_02240524033.pdf

Download (2MB)

Abstract

Perkembangan teknologi cloud seeding (rekayasa hujan) sebagai salah satu bentuk modifikasi cuaca telah membuka ruang kajian mengenai relevansinya dengan ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur'an yang membahas proses pembentukan hujan dan pemanfaatan alam semesta. Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan modern dan tafsir ilmi dalam memahami isyarat-isyarat ilmiah yang terkandung dalam Al-Qur'an. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua permasalahan, yaitu: (1) bagaimana penafsiran QS. An-Nūr [24]: 43 dan QS. Al-Jātsiyah [45]: 13 dalam perspektif tafsir ilmi; dan (2) bagaimana relevansi teknologi cloud seeding menurut tafsir ilmi yang terkandung dalam QS. An-Nūr ayat 43 dan QS. Al-Jātsiyah ayat 13 dengan teori hidrologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir bercorak ilmi, buku-buku ilmiah, jurnal, serta literatur yang berkaitan dengan meteorologi, hidrologi, dan teknologi modifikasi cuaca. Analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir ilmi untuk mengkaji keterkaitan antara makna ayat dan temuan sains modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nūr ayat 43 menggambarkan tahapan pembentukan hujan melalui proses pergerakan, penggabungan, dan penumpukan awan hingga terjadinya presipitasi yang memiliki kesesuaian dengan teori hidrologi dan meteorologi modern. Sementara itu, QS. Al-Jātsiyah ayat 13 menjelaskan konsep taskhīr sebagai dasar teologis bagi manusia untuk memanfaatkan hukum-hukum alam melalui ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, teknologi cloud seeding dapat dipahami sebagai bentuk pemanfaatan sunnatullāh yang tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an selama digunakan untuk kemaslahatan, menjaga keseimbangan lingkungan, dan tetap mengakui bahwa seluruh fenomena alam berlangsung atas kehendak Allah Swt.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Septinawati, Rizky Dwi Ratna rizky.dwi38@gmail.com 02240524033
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Kholid, Abd alidoktaf@gmail.com 2002026501
Thesis advisor Yardho, Moh myardho@gmail.com 2110068501
Uncontrolled Keywords: Cloud seeding; tafsir ilmi; QS. an-Nur ayat 43; QS. al-Jatsiyah ayat 13; teori hidrologi
Subjects: Agama
Al Qur'an
Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Rizky dwi ratna septinawati
Date Deposited: 30 Oct 2026 02:44
Last Modified: 30 Oct 2026 02:44
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96154

Actions (login required)

View Item
View Item