Liqā’ Allāh dan Liqā’Rabb dalam tafsir al-Rāzī dan Ismā’īl Haqqī: analisis hermeneutika gadamer

Ulumudin, Ihya' (2026) Liqā’ Allāh dan Liqā’Rabb dalam tafsir al-Rāzī dan Ismā’īl Haqqī: analisis hermeneutika gadamer. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel.

[thumbnail of Ihya' Ulumudin_01040321001.pdf] Text
Ihya' Ulumudin_01040321001.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of Ihya' Ulumudin_01040321001_Full.pdf] Text
Ihya' Ulumudin_01040321001_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 October 2029.

Download (6MB)

Abstract

Konsep liqā’ Allāh dan liqā’ al-Rabb merupakan salah satu tema penting dalam Al-Qur’an yang memuat dimensi teologis, eskatologis, dan spiritual. Dalam tradisi tafsir Islam, konsep tersebut dipahami secara beragam sesuai dengan horizon intelektual dan tradisi keilmuan para mufasir. Perbedaan penafsiran ini menimbulkan persoalan hermeneutik mengenai bagaimana makna liqā’ dibentuk, dipahami, dan diproduksi dalam tradisi tafsir Islam. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konstruksi makna liqā’ Allāh dan liqā’ al-Rabb dalam Tafsir Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhr al-Dīn al-Rāzī dan Tafsir Rūḥ al-Bayān karya Ismā‘īl Ḥaqqī al-Burūsawī; (2) menjelaskan peran horizon intelektual, tradisi keilmuan, dan pra-pemahaman kedua mufasir dalam membentuk pemaknaan liqā’; dan (3) mengungkap proses produksi pemahaman mengenai liqā’ Allāh melalui dialog antara teks, horizon mufasir, dan horizon peneliti dalam perspektif hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data utama adalah Tafsir Mafātīḥ al-Ghayb dan Tafsir Rūḥ al-Bayān, dengan fokus pada ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat term liqā’ Allāh dan liqā’ al-Rabb. Analisis dilakukan menggunakan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer melalui konsep pre-understanding (pra-pemahaman), historically effected consciousness (kesadaran sejarah yang bekerja), fusion of horizons (peleburan horizon), dan Wirkungsgeschichte (sejarah pengaruh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fakhr al-Dīn al-Rāzī mengonstruksi makna liqā’ dalam horizon teologi rasional-eskatologis yang menekankan kebangkitan, hisab, keadilan Ilahi, dan tanggung jawab moral manusia di hadapan Allah. Sebaliknya, Ismā‘īl Ḥaqqī mengembangkan pemaknaan liqā’ dalam horizon sufistik yang menekankan ma‘rifah, mushāhadah, kesadaran kehadiran Ilahi, dan transformasi spiritual. Perbedaan tersebut tidak menunjukkan kontradiksi substantif, melainkan lahir dari perbedaan horizon intelektual, tradisi keilmuan, dan pra-pemahaman yang membentuk proses penafsiran masing-masing mufasir. Melalui perspektif hermeneutika Gadamer, penelitian ini menunjukkan bahwa makna liqā’ tidak bersifat final dan tertutup, melainkan diproduksi secara dialogis melalui perjumpaan antara teks Al-Qur’an, tradisi tafsir, horizon mufasir, dan horizon peneliti sebagai pembaca kontemporer. Proses peleburan horizon tersebut menghasilkan pemahaman bahwa liqā’ Allāh dan Liqa’ Rabb merupakan horizon keberagamaan yang integral, yang mencakup dimensi intelektual, moral, dan spiritual sekaligus. Dengan demikian, liqā’ tidak hanya dipahami sebagai perjumpaan eskatologis di akhirat, tetapi juga sebagai orientasi keberagamaan yang membentuk cara manusia memahami Tuhan, menjalankan tanggung jawab moral, dan menghayati pengalaman spiritual dalam kehidupan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Creators:
Name Email NIM
Ulumudin, Ihya' ihyaulumudin84@gmail.com 01040321001
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Aswadi, Aswadi aswadi@uinsa.ac.id 2012046001
Thesis advisor Bakar, Abu abu.bakar@uinsa.ac.id 2004047303
Uncontrolled Keywords: Liqā’ Allāh; liqā’ al-Rabb; Fakhr al-Dīn al-Rāzī; Ismā‘īl Ḥaqqī al-Burūsawī; hermeneutika gadamer; tafsir al-Qur’an
Subjects: Filsafat > Filsafat Islam
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Divisions: Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ihya' Ulumudin
Date Deposited: 27 Oct 2026 08:28
Last Modified: 27 Oct 2026 08:29
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96157

Actions (login required)

View Item
View Item