Ilmi, Moh. Hudal Hafid (2024) Infiradat qira’at Imam Abu Hanifah dalam perspektif rukun al-qira’at al-sahihah dan implikasinya terhadap penafsiran al-Qur’an. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Moh. Hudal Hafid Ilmi_02040523031 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 October 2029.
Download (1MB)
Moh. Hudal Hafid Ilmi_02040523031.pdf
Download (1MB)
Abstract
Alam literatur tafsir terdapat berbagai macam qirā’āt, baik itu mutawātir maupun shādhdhah yang diriwayatkan oleh para imam mazhab. Di antara sekian banyak qirā’āt yang tersebar dalam berbagai kitab tafsir tersebut, baik klasik maupun kontemporer adalah qirā’āt yang diriwayatkan oleh Imam Abū Ḥanīfah. Beberapa infirādāt qirā’āt yang diriwayatkan oleh Abū Ḥanīfah sering kali menimbulkan kontroversi di kalangan para ulama. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana validitas infirādāt qirā’āt Abū Ḥanīfah dalam perspektif sanad, sintaksis bahasa Arab, serta rasm al-muṣḥaf al-‘Uthmānī? 2) Bagaimana implikasi diskursus infirādāt qirā’āt Imam Abū Ḥanīfah terhadap interpretasi al-Qur’an? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan berlandaskan pada teori rukun al-qirā’āt al-ṣaḥīḥah, dan termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif (descriptive analysis). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Pertama, bacaan yang dinisbatkan kepada Abū Ḥanīfah yang sanadnya tidak ṣaḥīḥ terdapat pada Q.S. Āli ‘Imrān/3:18, Q.S. Fāṭir/35:28, Q.S. Yāsīn/36:9, Q.S. al-Fīl/105:4, dan al-Falaq/113:2. Bacaan pada Q.S. Yāsīn/36:9 diklasifikasikan sebagai bacaan shādhdhah karena sanadnya tidak memenuhi kriteria sanad yang ṣaḥīḥ. Sementara bacaan lainnya dikategorikan sebagai bacaan mawḍū‘. Kedua, infirādāt qirā’āt Abū Ḥanīfah yang menyalahi kaidah gramatikal Arab terdapat pada Q.S. al-A‘rāf/7:10. Ketiga, infirādāt qirā’āt Abū Ḥanīfah yang bertentangan dengan rasm al-muṣḥaf al-‘Uthmānī terdapat pada Q.S. al-Baqarah/2:14, Q.S. Āli ‘Imrān/3:18, dan Q.S. al-A‘rāf/7:10. 2) Delapan infirādāt qirā’āt Abū Ḥanīfah berimplikasi terhadap interpretasi al-Qur’an, meskipun beberapa qirā’āt tersebut memiliki sanad yang tidak ṣaḥīḥ, menyimpang dari kaidah gramatikal Arab, atau bertentangan dengan rasm al-muṣḥaf al-‘Uthmānī.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Validitas; infiradat qira’at; Abu Hanifah; tafsir | ||||||||||||
| Subjects: | Qira'ah Al Qur'an Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Moh. Hudal Hafid Ilmi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 02:28 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Oct 2026 08:00 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96158 |
