Perlindungan hak warga negara dalam regulasi program makan bergizi gratis perspektif fiqh siyăsah dustũriyyah

Zakiyah, Aufa Maulida (2026) Perlindungan hak warga negara dalam regulasi program makan bergizi gratis perspektif fiqh siyăsah dustũriyyah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Aufa Maulida Zakiyah_05020422025 OK.pdf] Text
Aufa Maulida Zakiyah_05020422025 OK.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Aufa Maulida Zakiyah_05020422025 Full.pdf] Text
Aufa Maulida Zakiyah_05020422025 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 October 2029.

Download (2MB)

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas nasional menghadapi tujuh permasalahan serius yang menyentuh dimensi perlindungan hak warga negara, yakni: ketidaktepatan sasaran, lemahnya kualitas dan keamanan pangan yang mengakibatkan lebih dari 11.640 kasus keracunan sepanjang 2025, kendala distribusi dan logistik, kerentanan ketersediaan anggaran, pengawasan tanpa daya paksa, kecukupan gizi yang belum terintegrasi dengan sistem kesehatan, serta sentralisasi koordinasi yang mereduksi peran pemerintah daerah. Permasalahan-permasalahan ini mencerminkan bahwa regulasi MBG belum sepenuhnya memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi warga negara sebagai penerima manfaat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua pertanyaan: bagaimana perlindungan hak warga negara dalam regulasi Program Makan Bergizi Gratis ditinjau dari sistem hukum tata negara Indonesia, dan bagaimana perspektif fiqh siyăsah dustũriyyah terhadap perlindungan hak warga negara dalam regulasi Program Makan Bergizi Gratis. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan komparatif. Sumber hukum primer meliputi UUD 1945, UU Nomor 8 Tahun 1999, UU Nomor 18 Tahun 2012, UU Nomor 17 Tahun 2023, Perpres Nomor 72 Tahun 2021, Perpres Nomor 83 Tahun 2024, dan Perpres Nomor 115 Tahun 2025. Analisis menggunakan teori perlindungan hukum, fiqh siyăsah dustũriyyah melalui tiga konsep kewajiban pemerintah yakni riayat ar-ra'iyyah, ummah, dan takaful al-ijtimä’î, serta teori welfare state sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan. Pertama, regulasi MBG sudah memadai secara teknis-operasional dan konstitusional, namun menyimpan celah substantif berupa ketiadaan jaminan hak penerima manfaat yang eksplisit, pengawasan tanpa sanksi mengikat, sentralisasi kewenangan pada BGN, serta ketiadaan standar gizi komprehensif termasuk pembatasan UPF. Kedua, dalam perspektif fiqh siyăsah dustũriyyah, orientasi program pada kemaslahatan kelompok rentan dapat diapresiasi dari perspektif riayat ar-ra'iyyah, namun regulasi belum memenuhi standar riayat ar-ra'iyyah dalam perlindungan hak konkret, belum memenuhi prinsip ummah dalam ketepatan sasaran dan partisipasi bermakna, serta belum memenuhi standar takaful al-ijtimä’î dalam kecukupan, keberlanjutan, dan efektivitas pengawasan. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah dan BGN untuk merevisi regulasi tata kelola penyelenggaraan program MBG yang ada guna mengakomodasi jaminan hak penerima manfaat secara eksplisit, penguatan sanksi pengawasan, standar gizi komprehensif, serta kewenangan proporsional bagi pemerintah daerah. Kemudian kepada DPR, penelitian ini meminta untuk mendorong adanya partisipasi publik secara bermakna dalam revisi regulasi MBG.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Zakiyah, Aufa Maulida zakiyahmaulida304@gmail.com 05020422025
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Rojak, Jeje Abdul jejerozaq@yahoo.com 2015106401
Uncontrolled Keywords: MBG;
Subjects: Hukum
Kesejahteraan Sosial
Negara
Hak Asasi Manusia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara Islam
Depositing User: Aufa Maulida Zakiyah
Date Deposited: 29 Oct 2026 04:02
Last Modified: 29 Oct 2026 04:02
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/96175

Actions (login required)

View Item
View Item