Bimbingan dan konseling islam dengan teknik reward berbasis hobi dan punishment untuk mengatasi malas belajar seorang siswa kelas 2 MTS Tasywirul Afkar di Desa Baron Lor kec. Dukun Kab. Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Intartik, Ririn (2016) Bimbingan dan konseling islam dengan teknik reward berbasis hobi dan punishment untuk mengatasi malas belajar seorang siswa kelas 2 MTS Tasywirul Afkar di Desa Baron Lor kec. Dukun Kab. Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (888kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (785kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (624kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (414kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (190kB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian adalah (1) Bagaimana Bimbingan dan Konseling Islam dengan pemberian reward berbasis hobi dan punishment untuk mengatasi malas belajar?, (2)Bagaimana hasil proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan pemberian reward berbasis hobi dan punishment dalam mengatasi malas belajar?. Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisa deskriptif komperatif. Dalam menganalisa hasil akhir dari pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Teknik Reward Berbasis Hobidan Punishment untuk Mengatasi malas Belajar seorang siswa Kelas 2 MTs Tasywirul Afkar di Desa Baron Lor Kec. Dukun Kab. Gresik, menggunakan analisa deskriptif komperatif, yang mana penulis membandingkan data teori dan data yang terjadi dilapangan. Proses yang dilakukan konselor yang pertama adalah identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, selanjtnya treatment dengan langkah yang pertama adalah konselor membantu klien keluar dari persepsi yang kurang rasional. Kedua, memberikan motivasi kepada klien agar dapat menilai perilakunya dan dapat merubah sikapnya. Ketiga, membantu klien untuk merumuskan perbuatan apa yang akan dilakukan. Dan yang keempat, ikut terlibat dalam pemberian reward berbasis hobi dan punishment. Setelah proses terakhir selesai yaitu langkah terakhir menindak lanjuti masalah yang dialami konseli setelah dilakukannya proses konseling. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masalah yang terjadi adalah malas belajar dari perilaku yang dilakukan klien sering melakukan pelanggaran peraturan yang ada di sekolah seperti bolos sekolah, pulang pada saat jam istirahat, tidak adanya semangat, tidak ada minat dalam pelajaran akademik, kurangnya motivasi, dan tidak mempunyai cita-cita yang jelas, enggan untuk menggerjakan tugas serta melakukan kebiasaan atau hobi. Sedangkan hasi lakhir dari proses konseling terhadap klien dalam penelitian ini cukup berhasil, yang mana dari hasil tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan pada prilaku klien yang tidak lagi melakukan pelanggaran di sekolah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Intartik, Ririnririnintartik@yahoo.comB33214502
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSyakur, Abdakurasakur66@gmail.com2004076603
Subjects: Bimbingan Konseling
Keywords: Reward; punishment; malas belajar; terapi behavouristik
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Intartik Ririn
Date Deposited: 23 Aug 2016 08:31
Last Modified: 13 Jan 2020 03:11
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/11870

Actions (login required)

View Item View Item