KOMUNIKASI POLITIK KEPALA DESA DENGAN BAJING (STUDI KASUS DI DESA MANDALA KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mukhlishin, Mukhlishin (2015) KOMUNIKASI POLITIK KEPALA DESA DENGAN BAJING (STUDI KASUS DI DESA MANDALA KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (671kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (570kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (591kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (374kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (307kB) | Preview

Abstract

Bajing merupakan istilah yang biasa dipakai masyarakat Sumenep untuk pencuri maupun gerombolannya yang melakukan pencurian di desa-desa, tak luput juga di Desa Mandala. Hal ini membuat Kepala Desa harus menjalin komunikasi dengan Bajing sebab kekuatan Bajing kuat ditambah jaringan yang terjalin antar para Bajing dalam melakukan sebuah aksi pencurian.
Ada dua fokus yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: a. Bagaimana komunikasi politik yang dijalin Kepala Desa dengan Bajing; b. Bagaimana hambatan dan pendukung komunikasi politik yang dibangun Kepala Desa dengan Bajing. Untuk menjawab pertanyaan ini peneliti menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Metode kualitatif digunakan dengan alasan dapat mencari dan mendapatkan informasi sedalam-dalamnya dari sumber data tanpa harus dipatok dengan pertanyaan tertutup, observasi peneliti juga berperan selama di lapangan dan dokumentasi dikumpulkan jika ada.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa komunikasi politik yang dijalin Kepala Desa dengan Bajing cenderung melalui komunikasi antar pribadi. Dengan istilah lain komunikasi tersebut juga disebut negosiasi. Negosiasi dilakukan untuk menemukan jalan tengah antara kepentingan Kepala Desa yang ingin desa aman dengan Bajing yang harus mencuri untuk mendapatkan materi atau uang.
Untuk kelancaran komunikasi politik yang dijalin Kepala Desa dengan Bajing juga dibutuhkan aktor komunikasi ketiga atau komunikator yang memiliki latar belakang sosial Bajing sebagai pemberi masukan atau penasehat Kepala Desa terkait hubungannya dengan Bajing serta untuk menyampaikan dan menerjemahkan pesan Kepala Desa agar semakin mudah diterima oleh Bajing.
Dukungan komunikasi politik Kepala Desa dengan Bajing didapatkan dari anggota Pemerintah Desa dan penduduk desa secara bersama-sama untuk membuat aman desa dari pencurian. Hambatan komunikasi politik Kepala Desa dengan Bajing terjadi disebabkan materi atau uang. Sebab motif utama Bajing menjalin komunikasi adalah untuk meminta materi. Begitu juga pentingnya Bajing yang menjadi mediator Kepala Desa sebab tak cukup hanya komunikasi Kepala Desa tanpa melalui seseorang yang juga merupakan Bajing.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Muchlis
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mukhlishin, MukhlishinUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ilmu Komunikasi

Politik
Keywords: Komunikasi politik; Kepala Desa; Desa Mandala Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep; Bajing
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 27 Jan 2016 03:03
Last Modified: 27 Jan 2016 03:03
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/4064

Actions (login required)

View Item View Item