Tinjauan hukum pidana islam dan hukum positif terhadap kekuatan tes deoxyribo nucleic acid (DNA) sebagai alat bukti korban pembunuhan yang dibakar: studi kasus : LP/16/VI/Jatim/Res.Mjk 2 Juni 2019 Polres Mojokerto

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ristiani, Ummatus Sholikah (2020) Tinjauan hukum pidana islam dan hukum positif terhadap kekuatan tes deoxyribo nucleic acid (DNA) sebagai alat bukti korban pembunuhan yang dibakar: studi kasus : LP/16/VI/Jatim/Res.Mjk 2 Juni 2019 Polres Mojokerto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ummatus Sholikah Ristiani_C93216113.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan dengan jelas tentang tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) pada kasus pembunuhan yang dibakar yang ditangani oleh penyidik Polres Mojokerto. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif yang bersifat menganalisis fakta khusus atau menjelaskan secara umum tentang penyidikan kasus yang ditangani oleh Polres Mojokerto dengan alat bukti berupa tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), kemudian dianalisis menurut pandangan Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas penyidik dalam melakukan penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang ditemukan. Suatu tindak pidana jika dibuktikan dengan hasil tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang menjelaskan suatu tindak pidana, maka hasil tes tersebut akan memperkuat bukti di persidangan. Hasil analisis menjelaskan bahwa Dalam Hukum Pidana Islam kekuatan alat bukti tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) termasuk alat bukti Qarinah. Qarinah dalam Islam disebut sebagai petunjuk atau tanda-tanda yang bisa mengarah kejalan kebenaran. Qadi’ akan mencermati bukti dan tanda-tanda tersebut untuk memutuskan perkara, sehingga Qadi’ dapat memberikan putusan sesuai dengan keyakinannya. Alat bukti tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) bukan alat bukti yang sah dalam KUHAP. Namun, dengan adanya pasal 184 KUHAP tentang alat bukti, bisa menjadi penguat karena memenuhi ciri-ciri di pasal tersebut. Sejalan dengan kesimpulan diatas diharapkan keberadaan tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) seiring dengan perkembangan zaman dapat menjadi bukti tambahan yang sah dan setara dengan alat bukti dalam KUHAP guna untuk menutup celah hukum yang masih kosong.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ristiani, Ummatus Sholikahristianidinataa@gmail.comC93216113
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHatta, Moh.Hatta_marina@yahoo.com2009125901
Subjects: Hukum > Hukum Pidana
Hukum > Hukum Pidana Islam
Polisi
Keywords: Deoxyribo Nucleic Acid (DNA); Alat Bukti Korban Pembunuhan Yang Dibakar .
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Ummatus Ristiani
Date Deposited: 24 Feb 2021 10:12
Last Modified: 24 Feb 2021 10:12
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/46652

Actions (login required)

View Item View Item