Nafsu dalam Al-Qur’an: studi tematik tentang nafsu dalam Al-Qur’an dan pengendaliannya menurut pandangan m. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Islamiyah, Islamiyah (2016) Nafsu dalam Al-Qur’an: studi tematik tentang nafsu dalam Al-Qur’an dan pengendaliannya menurut pandangan m. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstraksi.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (44kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (198kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (222kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (676kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (130kB) | Preview

Abstract

Manusia diciptakan oleh Allah mempunyai hawa nafsu sebagai penggerak dan pendorong untuk bekerja mengusahakan keperluan hidupnya atau menghindarkan bahaya yang mungkin menimpa, seperti nafsu makan dan seks. Jika manusia tidak memiliki nafsu makan dan minum, tentu saja dia akan lemah dan sakit atau mati. Jika tidak ada nafsu seks tentu manusia tidak akan berkembang biak dan tidak ada yang meramaikan dan mengubah bumi ini. Begitu juga jika manusia tak memiliki nafsu membela diri maka manusia menjadi binasa dan hancur.Tetapi jika manusia memperturutkan hawa nafsu tentu saja dia akan bertindak melanggar batas. Akibatnya bukan saja membinasakan dirinya sendiri, tapi juga manusia lain dan makhluk sekitarnya. Oleh sebab itu nafsu perlu dikendalikan agar terus berjalan dan tidak menyeleweng pada kejahatan, Oleh karena itu penting sekali kita mengkaji tentang nafsu yang sangat berpengaruh terhadap pribadi manusia itu sendiri. Dalam Hal ini peneliti memlilih mengkaji tentang nafsu dalam al-Qur’an menurut pendapat para mufassir, khususnya pendapat Quraish Shihab, karena ia banyak membahas tentang manusia yang tak lepas dari nafsu dalam salah satu karya tulisnya. Selain dari itu ia termasuk mufassir kontemporer (hidup di zaman ini), yang banyak terjadi kemerosotan moral yang merupakan latar belakang dari penelitian ini, untuk itulah penulis menganggap perlu meneliti lebih lanjut tentang penafsiran tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang bertujuan untuk menjawab bagaimana metode dan aliran Quraish Shihab{, dan bagaimana pula konsepnya tentang pengendalian nafsu sebagai pembentukan kepribadian yang s}alih
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis sesuai dengan sub bahasan masing-masing. Selanjutnya dilakukan telaah mendalam atas karya-karya yang memuat objek penelitian dengan menggunakan analisis isi.
Hasil penelitian menemukan bahwa yang dimaksud nafs dalam al-Qur’an menurut Quraish Shihab, mempunyai aneka makna, namun secara umum dapat dikatakan bahwa nafs dalam konteks pembicaraan manusia, menunjukkan pada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. Nafsu bisa menjadi inti prilaku buruk dan prilaku baik manusia. Dari itu perlulah seseorang mengontrol hawa nafsu sebagai bentuk usaha pembentukan pribadi yang shaleh (baik). Ada tiga konsep pengendalian nafsu yang ditawarkan oleh Quraish Shihab yaitu; takwa, mujahadah, jihad al-nafs (memerangi diri).

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Islamiyah, IslamiyahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Keywords: Al-Nafs; M. Quraish Shihab; Tafsir Al-Misbah
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: M. Th. I. Islamiyah syafii
Date Deposited: 23 Apr 2016 03:41
Last Modified: 21 Feb 2019 03:45
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/6519

Actions (login required)

View Item View Item