Studi komparasi pemikiran KH Ahmad Bahauddin Nursalim dan Buya Arrazy Hasyim tentang Nafs di media sosial Youtube: analisis psikoanalisis Sigmund Freud

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Al Kasih, Muhammad Kaisa (2023) Studi komparasi pemikiran KH Ahmad Bahauddin Nursalim dan Buya Arrazy Hasyim tentang Nafs di media sosial Youtube: analisis psikoanalisis Sigmund Freud. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Kaisa Al Kasih_E91219088-ok.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Muhammad Kaisa Al Kasih_E91219088-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 February 2027.

Download (2MB)

Abstract

Sejarah Islam mencatat telah terjadi perdebatan panjang dalam membahas Nafs (jiwa), suatu unsur immaterial dalam diri manusia. Khilafiyah ini terjadi karena adanya derivasi term Nafs yang beragam dalam pendapat para ahli yang disesuaikan dengan bidang keilmuannya. Pada penelitian ini Nafs dipahami melalui pemikiran dua Ulama’ yang sangat populer di Youtube, yaitu KH Ahmad Bahauddin Nursalim dan Buya Arrazy Hasyim. Fokus pada penelitian ini adalah pemikiran kedua tokoh tentang Nafs yang terkait kepribadian manusia pada wilayah metafisikanya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi komparatif. Studi komparatif dipilih karena dapat memberikan perspektif terkait Nafs secara lebih luas sehingga mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan ilmu psikologi. Data utama penelitian diperoleh dari beberapa video di Youtube yang menampilkan pendapat kedua tokoh tentang Nafs (jiwa) sebanyak tiga video Gus Baha’ dan tiga video Buya Arrazy. Penelitian ini menggunakan analisis Psikoanalisis Sigmund Freud dalam mengolah data penelitian. Teori psikoanalisis dipilih karena dapat memberikan gambaran terkait kehidupan mental yang juga bersifat immaterial sebagaimana sifat Nafs (jiwa). Psikoanalisis ini dapat menjelaskan kondisi mental di setiap tingkatan kesadaran manusia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat persamaan dan perbedaan pemikiran antara kedua tokoh tentang Nafs (jiwa). Persamaan keduanya adalah menganggap bahwa Nafs bukan lah Ruh dan kedudukan Ruh dalam agama Islam adalah hal ghaib dan merupakan urusan Allah Swt. semata sehingga kita tidak dapat menjangkaunya secara keseluruhan. Sementara itu, perbedaan keduanya meliputi konsep melawan nafsu yang terdapat dalam Nafs manusia dan konsep membersihkan Qalbu. Peneliti juga memperoleh temuan bahwa dalam pemikiran Gus Baha’ terdapat persamaan makna dalam penggunaan term Jism dengan Id dan term Qalbu (hati) dengan Superego, namun tidak ditemukan penggunaan term yang identik dengan Ego. Sementara itu, dalam pemikiran Buya Arrazy terdapat persamaan makna dalam penggunaan term Nafs fisik dengan Id, term Aqal dengan Ego, dan term Qalbu (hati) dengan Superego.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Al Kasih, Muhammad Kaisaalkasihkaisa@gmail.comE91219088
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorTasmuji, Tasmujitasmuji@uinsby.ac.id2027096201
Subjects: Filsafat > Filsafat Islam
Islam dan Ilmu Pengetahuan
Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Nafs (jiwa); psikoanalisis; id; ego; superego
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Kaisa Al Kasih
Date Deposited: 02 Feb 2024 08:09
Last Modified: 05 Feb 2024 08:21
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/68116

Actions (login required)

View Item View Item