Relasi guru dan murid berbasis etika: analisis Intepretasi QS.al-Kahfi [18] ayat 66 – 70 dengan pendekatan Qirā’ah Mubādalah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fadilah, Alniatul (2025) Relasi guru dan murid berbasis etika: analisis Intepretasi QS.al-Kahfi [18] ayat 66 – 70 dengan pendekatan Qirā’ah Mubādalah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Alniatul Fadilah_0200524009 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Alniatul Fadilah_0200524009 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2028.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas krisis pendidikan modern yang ditandai oleh degradasi karakter murid, melemahnya moralitas guru, serta hilangnya nilai adab dalam proses pembelajaran. Pendidikan sering kali terjebak dalam pragmatisme akademik yang menitikberatkan aspek kognitif, sehingga mengabaikan pembentukan spiritualitas dan etika. Untuk menjawab problem tersebut, penelitian ini mengkaji relasi guru dan murid berbasis etika melalui analisis QS. al-Kahfi ayat 66–70 dengan pendekatan Qirā’ah Mubādalah. Rumusan masalah penelitian meliputi: 1. bagaimana konsep relasi guru dan murid dalam QS. al-Kahfi ayat 66–70, dan 2. bagaimana penerapan pendekatan Qirā’ah Mubādalah dalam reinterpretasi relasi tersebut berbasis etika pendidikan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitik dan reinterpretasi Qirā’ah Mubādalah melalui tiga langkah kerja: penegasan prinsip ajaran Islam, penemuan gagasan utama teks, dan penerapan makna secara timbal balik.Hasil penelitian analisis QS. al-Kahfi 66-70 perspektif Qirā’ah Mubādalah menunjukkan bahwa relasi guru dan murid idealnya dibangun atas nilai Tawāḍu’ ’ (kerendahan hati), ṣabr (kesabaran), adab (etika belajar), dan kesalingan (Mubādalah). Musa sebagai murid menggambarkan sikap rendah hati dan memiliki komitmen dibimbing oleh guru, sedangkan Khidr mencerminkan figur guru yang bijaksana, sabar, dan penuh kasih sayang. Melalui Qirā’ah Mubādalah relasi keduanya dimaknai secara timbal balik – guru dan murid saling memberi, menghargai, dan belajar. Dengan demikian model pendidikan yang ditawarkan ialah relasi yang bukan bersifat hierarkis-otoriter, tetapi dialogis dan saling mendewasakan. Secara teoritik, penelitian ini berimplikasi pada penguatan paradigma pendidikan yang humanistik, berkeadaban, dan berkeadilan, serta menawarkan model relasi edukatif yang relevan dengan tantangan moral pendidikan kontemporer.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fadilah, Alniatulalniatulfadilah@gmail.com02040524009
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKholid, Abd.alidoktaf@gmail.com2002026501
Thesis advisorBakar, Abuabubakaryamani@yahoo.com2004047303
Subjects: Pendidikan
Etika
Al Qur'an
Keywords: Qirā’ah Mubādalah; QS. al-Kahfi 66–70; relasi guru dan murid; etika pendidikan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Alniatul AF Alnia
Date Deposited: 31 Dec 2025 10:42
Last Modified: 31 Dec 2025 10:42
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85641

Actions (login required)

View Item View Item