This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Musthofa, Adinda Yuliana (2025) Analisis hukum islam terhadap sistem hybrid contract pada aplikasi motor listrik polytron di Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Adinda Yuliana Musthofa_05040222102 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Adinda Yuliana Musthofa_05040222102 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Pada konteks industri otomotif, khususnya kendaraan listrik, perkembangan inovasi sistem transaksi hybrid mulai diterapkan untuk memperluas akses dan kemudahan bagi pengguna. Hal ini seperti yang diterapkan oleh industri Polytron. Skema hybrid contract yang diinisiasi oleh Polytron diimplementasikan dengan model pembelian motor listrik dan penyewaan baterai yang dilakukan dalam satu waktu dan kontrak. Adanya kedua akad/transaksi yang dilakukan bersamaan mengundang pertanyaan krusial dan ditemukan adanya kesamaran hukum yang belum dicapai. Diantaranya terkait bagaimana praktik hybrid contract diaplikasikan pada produk tersebut dan relevansinya melalui prinsip – prinsip serta nilai yang bertentangan dengan hukum Islam, sehingga adanya penelitian ini yang akan mengungkap regulasi hukum terkait persoalan tersebut yang sesuai dengan hukum Islam . Pada penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan yaitu Empiris. Pendekatan empiris ini menekankan pengumpulan bukti faktual melalui observasi dan interview di lingkungan industri. Aspek pengumpulan data diperoleh melalui data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil interview oleh para pengguna motor listrik Polytron dan data sekunder berupa literatur review yang memuat sumber, dan landasan hukum Islam yang dapat dinterpretasikan dengan studi analisa. Transaksi yang diterapkan oleh Polytron, disebut dengan multi akad atau hybrid contract yang termasuk kedalam bentuk akad berbeda (Al – Uqud Al – Mukhtalifah. Akad berbeda terjadi apabila terdapat dua transaksi yang dilaksanakan dalam satu kontrak dan waktu namun keduanya memiliki akibat hukum yang berbeda. Transaksi berbeda yakni mencakup pembelian motor listrik dan sewa baterai yang disebabkan harga baterai yang relatif lebih mahal dari produk utama yaitu motor listik. Sehingga akibat hukum yang dimaksud berupa tidak adanya keterkaitan syarat antara satu dengan yang lain sehingga menjadikan salah satu akad menjadi batal atau tidak sah. Adapun akad berbeda (Al – Uqud Al – Mukhtalifah) dinyatakan keabsahan nya melalui hukum Islam atau dalam arti lain diperbolehkan karena masih dapat dipertemukan menurut syariat. Pada aktualisasi praktik tersebut, berdasarkan data yang dikumpulkan, tidak ditemukan adanya mudharat yang akan ditimbulkan dan prinsip muamalah yang dilanggar. Inovasi produk Polytron juga memberikan impact sangat krusial bagi kehidupan dan juga kemakmuran umat. Pada inovasi keberlanjutan kedepannya, bagi industri dan pengguna, penulis menekankan agar senantiasa memperhatikan setiap terjadinya transaksi, terkhusus umat Islam. Demi terhindar dari kemudharatan, agama Islam secara teratur dan menyeluruh telah menetapkan berbagai rukun, syarat, kaidah, prinsip, dan dasar hukum yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam berperilaku sesuai dengan ketentuan syariat.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum > Hukum Perdata Islam Hukum Ekonomi Jual Beli Keuangan Islam Sewa |
||||||||
| Keywords: | Jual Beli; Motor listrik | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Adinda Musthofa | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 19:22 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Jan 2026 19:22 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85653 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
