Analisis SWOT strategi fundraising digital pada program Quran Learning Center (QLC) di Baitulmaal Muamalat

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sarifudin, Muhammad Farid (2025) Analisis SWOT strategi fundraising digital pada program Quran Learning Center (QLC) di Baitulmaal Muamalat. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Farid Sarifudin_08050522049 ok.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Muhammad Farid Sarifudin_08050522049 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 December 2028.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi fundraising digital pada Program Qur’an Learning Center (QLC) di Baitulmaal Muamalat melalui pendekatan Analisis SWOT. Fokus penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi efektivitas penghimpunan dana digital, serta merumuskan strategi yang tepat dalam meningkatkan keberlanjutan program pendidikan Al-Qur’an tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memahami bagaimana implementasi program QLC berjalan di bawah dukungan platform digital dalam konteks filantropi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola BMM, Staff Digital Funding program QLC, dan donatur, serta observasi terhadap aktivitas fundraising digital melalui website, media sosial, dan kanal pembayaran digital. Data sekunder diperoleh melalui dokumen internal lembaga, laporan program, publikasi resmi, serta literatur ilmiah terkait fundraising digital dan analisis SWOT. Teknik analisis data mengikuti model Miles & Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fundraising digital pada Program QLC memiliki beberapa kekuatan utama, seperti pengelolaan website yang sistematis, basis pengunjung setia, serta kredibilitas lembaga yang kuat. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kelemahan, termasuk keterbatasan kompetensi SDM digital, kurang optimalnya pembuatan konten kreatif, dan infrastruktur teknologi yang belum maksimal. Di sisi eksternal, peluang besar hadir melalui pertumbuhan teknologi digital, meningkatnya budaya donasi online, serta perluasan jaringan fintech. Sementara itu, ancaman yang muncul meliputi tingginya persaingan antar-lembaga filantropi dan perubahan preferensi donatur. Melalui analisis SWOT, penelitian ini merumuskan strategi SO, ST, WO, dan WT sebagai alternatif penguatan fundraising digital QLC. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar BMM memperkuat kapasitas SDM digital melalui pelatihan khusus, meningkatkan kualitas produksi konten kreatif, serta mempertimbangkan pengembangan aplikasi mobile untuk memperluas basis donatur. Selain itu, lembaga disarankan untuk melakukan diversifikasi strategi komunikasi digital, memperluas kolaborasi dengan influencer atau komunitas, serta meningkatkan transparansi laporan digital untuk memperkuat kepercayaan publik. Dengan penerapan strategi yang lebih terarah, diharapkan fundraising digital Program QLC dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan kompetitif.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sarifudin, Muhammad Faridmfarids049@gmail.com08050522049
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMustofa, Mustofamustofa@uinsa.ac.id.2030107702
Subjects: Ekonomi Islam
Wakaf
Keywords: Fundraising digital; analisis SWOT; Quran Learning Center (QLC)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Manajemen Zakat dan Wakaf
Depositing User: Muhammad Farid Sarifudin
Date Deposited: 30 Mar 2026 06:59
Last Modified: 30 Mar 2026 06:59
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87027

Actions (login required)

View Item View Item