Komunikasi filantropi sebagai dakwah transformatif melalui program S2L (sedekah subuh limaratus) UPZ Bayt Al Izzah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Izzah, Ahsanul (2025) Komunikasi filantropi sebagai dakwah transformatif melalui program S2L (sedekah subuh limaratus) UPZ Bayt Al Izzah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ahsanul Izzah_02040724001 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Ahsanul Izzah_02040724001 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik komunikasi filantropi sebagai bentuk dakwah transformatif melalui Program Sedekah Subuh Limaratus (S2L) yang dikelola oleh UPZ Bayt Al Izzah di lingkungan Perumahan Banjarsari Asri, Kabupaten Gresik. Program S2L merupakan gerakan sedekah harian dengan nominal kecil, yaitu Rp500, yang dikumpulkan secara rutin dan dikelola secara kolektif oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi filantropi sebagai dakwah transformatif dalam Program S2L serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang menempatkan pengalaman subjektif para pelaku dakwah—termasuk pengelola UPZ, donatur, dan mustahik—sebagai sumber utama data. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan makna dan pola komunikasi dakwah yang terjadi dalam praktik filantropi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah dalam Program S2L tidak hanya berlangsung melalui penyampaian pesan verbal atau ceramah keagamaan, tetapi diwujudkan melalui praktik nyata sedekah yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Program ini membentuk dakwah bil-hal yang menekankan keteladanan, pembiasaan sosial, serta penguatan kesadaran kolektif masyarakat. Sedekah dengan nominal kecil dipahami bukan sekadar sebagai aktivitas karitatif, tetapi sebagai medium pendidikan sosial dan spiritual yang membangun nilai amanah, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Faktor pendukung keberhasilan komunikasi dakwah transformatif dalam Program S2L meliputi kuatnya basis komunitas, legitimasi moral pengelola yang lahir dari majelis taklim, serta tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap transparansi pengelolaan dana. Adapun faktor penghambat bersifat teknis dan kultural, seperti keterbatasan sumber daya manusia, fluktuasi partisipasi warga, dan perbedaan tingkat pemahaman keagamaan masyarakat. Meskipun demikian, Program S2L terbukti memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial, mengurangi ketergantungan pada praktik ekonomi tidak adil, serta mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui program pemberdayaan. Penelitian ini menegaskan bahwa filantropi Islam berbasis komunitas dapat menjadi model dakwah transformatif yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Izzah, Ahsanulahsanulizzah@gmail.com02040724001
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSalisah, Nikmah Hadiatinikmah_hs@yahoo.co.id2014017301
Thesis advisorMoefad, Agoes Moh.am.moefad@gmail.com2025087002
Subjects: Dakwah > Dakwah, Komunikasi
Dakwah
Keywords: komunikasi dakwah; dakwah transformatif; filantropi Islam; sedekah subuh; pemberdayaan ekonomi.
Divisions: Program Magister > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Ahsanul Izzah
Date Deposited: 24 Feb 2026 07:24
Last Modified: 24 Feb 2026 07:24
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87589

Actions (login required)

View Item View Item