Praktik penolakan penggunaan uang tunai oleh gerai makanan di kawasan Food Court Royal Plaza Surabaya dalam perspektif uu. no 7 tahun 2011 tentang mata uang dan fikih muamalah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohman, Sofiur (2025) Praktik penolakan penggunaan uang tunai oleh gerai makanan di kawasan Food Court Royal Plaza Surabaya dalam perspektif uu. no 7 tahun 2011 tentang mata uang dan fikih muamalah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Sofiur Rohman_05020222079 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Sofiur Rohman_05020222079 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2029.

Download (2MB)

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan kemudahan, efisiensi, dan keamanan dalam transaksi di Indonesia. Namun, praktik QRIS Only yang diterapkan sejumlah gerai makanan di Food Court Royal Plaza Surabaya menimbulkan persoalan hukum dan etika. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan kebijakan QRIS Only ditinjau dari perspektif Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta fikih muamalah, serta implikasinya terhadap hak-hak konsumen. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan konsumen dan pelaku usaha, serta studi literatur terkait regulasi dan prinsip-prinsip muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan QRIS Only membatasi hak konsumen, menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang hanya membawa uang tunai, serta berpotensi mengurangi omzet penjualan pedagang. Dari sisi hukum positif, penerapan QRIS Only bertentangan dengan Pasal 21 dan 23 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 yang menegaskan rupiah sebagai alat pembayaran sah di wilayah Indonesia. Sementara dari perspektif fikih muamalah, praktik ini tidak sesuai dengan prinsip ridha, keadilan, serta mengandung unsur pemaksaan dalam transaksi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar kebijakan pembayaran di gerai makanan tidak membatasi konsumen hanya pada satu metode. Gerai sebaiknya memberikan alternatif pembayaran tunai maupun nontunai secara seimbang.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohman, Sofiursofiurrohman19@gmail.com05020222079
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorDimyati, Dimyatidimyati@uinsby.ac.id2026087702
Subjects: Ekonomi Islam
Fikih
Jual Beli
Keywords: Metode Pembayaran; Fikih Muamalah; Jual Beli
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Sofiur Rohman
Date Deposited: 26 Feb 2026 07:26
Last Modified: 26 Feb 2026 07:26
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88927

Actions (login required)

View Item View Item