This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Zalianti, Nadia Putri (2025) Peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025 sebagai regulasi pengawasan cyber child grooming melalui platform roblox di Indonesia dalam tinjauan Maqashid Al-Shari'ah Jasser Auda. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Nadia Putri Zalianti_05010322017 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Nadia Putri Zalianti_05010322017 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 4 March 2029. Download (2MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan permainan daring, termasuk Roblox, yang banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Di balik popularitasnya, platform ini juga berpotensi menjadi ruang terjadinya kejahatan cyber child grooming, yakni upaya pelaku membangun relasi dan memanipulasi psikologis anak melalui media digital untuk tujuan eksploitasi seksual. Maraknya kasus tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam system pengawasan dan pelindungan anak di ruang digital. Dalam rangka memperkuat regulasi perlindungan anak di ruang digital, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang disebut dengan PP Tunas. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan filsafat (philosophy approach). Penelitian ini menganalisis pengaturan pengawasan terhadap cyber child grooming melalui platform Roblox dalam kerangka Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, serta meninjaunya melalui perspektif maqashid al-shari’ah menurut Jasser Auda. Bahan hukum primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan (library research) dan kajian literatur (literature review), dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 1) Cyber child grooming khususnya melalui platform Roblox di Indonesia masih marak terjadi, hal ini dilakukan pelaku dengan memanipulasi psikologis anak korban di dunia maya sehingga termasuk dalam kategori eksploitasi seksual yang melanggar UU PA, UU ITE, UU TPKS dan PP Tunas. 2) Dalam perspektif maqashid al-shariah melalui teori Jasser Auda menunjukkan bahwa PP Tunas mengandung upaya pencegahan yang selaras dengan maqashid, namun belum bisa memenuhi tujuan kemashlahatan secaramenyeluruh karena kelemahan pada aspek keterbukaan, dan tujuan.Adapun saran penelitian ini yaitu: Pertama, pemerintah perlu mempertimbangkan pembentukan regulasi khusus mengenai pelindungan anak di ruang digital yang mengatur secara lebih spesifik mengenai sanksi pidana, mekanisme pengawasan, serta pemulihan korban cyber child grooming. Kedua, diperlukan pembentukan atau penunjukan lembaga independen untuk mengawasi penyelenggara sistem elektronik agar pelaksanaan Peraturan Pemerintah berjalan efektif. Ketiga, peningkatan literasi digital bagi anak dan orang tua perlu dilakukan secara berkelanjutan. Keempat, implementasi kebijakan harus melibatkan kementerian dan lembaga terkait seperti Kemen PPA, KPAI, Kemendikbudristek, dan Kemensos secara terintegrasi agar pelindungan anak di ruang digital dapat terlaksana secara optimal.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum > Hukum Pidana Hukum > Hukum Pidana Islam |
||||||||
| Keywords: | Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025; Roblox; Maqashid Al-Shariah Jasser Auda; Cyber Child Grooming. | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam | ||||||||
| Depositing User: | Nadia Putri Zalianti | ||||||||
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 04:26 | ||||||||
| Last Modified: | 04 Mar 2026 04:26 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88961 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
