This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Zulfa, Alfina Aulia (2026) Civil contempt pemenuhan nafkah anak di Kelurahan Jingglong pasca putusan cerai Pengadilan Agama Ponorogo perspektif teori penegakan hukum Soerjono Soekanto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Alfina Aulia Zulfa_05010122004 OK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Alfina Aulia Zulfa_05010122004 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 26 March 2029. Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena civil contempt dalam pemenuhan nafkah anak pasca cerai di Kelurahan Jingglong Ponorogo dengan menggunakan teori penegakan hukum Soerjono Soekanto. Penelitian ini berangkat dari munculnya persoalan mengenai tidak terpenuhinya nafkah anak pasca cerai khususnya pada kasus perceraian di Kelurahan Jingglong, dimana masih ada pihak yang lalai terhadap kewajiban nafkah anak meskipun hal tersebut telah diatur dalam ketentuan islam, peraturan perundang-undangan dan juga putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Adanya kelalaian mengenai kewajiban nafkah anak tersebut akan dianalisis dengan teori penegakan hukum Soerjono Soekanto dan juga beberaapa pendapat ulama kontemporer. Penelitian akan menganalisis bentuk- bentuk civil contempt yang terjadi dan faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya civil contempt tersebut dengan menggunakan teori penegakan hukum Soerjono Soekanto. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif dan kajian yuridis-sosiologis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen-dokumen terkait. Analisis dilakukan dengan mengaitkan temuan empiris dilapangan dengan ketentuan nafkah anak pasca cerai, teori civil contempt, pendapat ulama kontemporer, dan teori penegakan hukum Soerjono Soekanto, yang menekankan pada faktor hukum, aparat penegak hukum, sarana dan fasilitas, masyarakat, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan di Kelurahan Jingglong Ponorogo masih terjadi civil contempt atau ketidakpatuhan mengenai pelaksanaan kewajiban nafkah anak pasca cerai, yang mana hal tersebut bertentangan dengan ketentuan mengenai nafkah anak pasca cerai dan pendapat ulama kontemporer, sehingga hal tersebut menunjukkan adanya ketidakefektifan penegakan hukum. Ketidakefektifan tersebut menurut teori penegakan hukum Soerjono Soekanto antara lain dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum masyarakat, rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat, keterbatasan sarana penegakan, dan lemahnya pengawasan. Berdasarkkan hasil penelitian tersebut, menyarankan kepada pihak terkait mengenai perlunya regulasi yang lebih tegas dan jelas terhadap proses pelaksanaan, kewenangan, dan sanksi kepada pelaku civil contempt. Para praktisi hukum dan beberapa lembaga berwenang untuk lebih aktif dalam proses pendampingan dan edukasi mengenai hukum. Lembaga sosial, pemerintah lokal dan organisasi masyarakat juga perlu memperkuat koordinasi dengan aparat hukum. Kemudian untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan dan memperdalam kajian dari segi sosial budaya dan perlindungan perempuan dan anak sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih luas. Sementara untuk pembaca umum diharapkan tumbuh kesadaran akan kewajiban hukum, sosial dan moral.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Anak Nikah > Cerai Hukum > Hukum Perdata Islam |
||||||||
| Keywords: | Anak; nafkah anak; Cerai; Talak | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Alfina Aulia Zulfa | ||||||||
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 04:42 | ||||||||
| Last Modified: | 26 Mar 2026 04:42 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89084 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
