This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Azizah, Nur Dyah (2026) Penerapan asas independensi peradilan dalam putusan Nomor 1/PID.SUS-TPK/2025/PT DKI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Nur Dyah Azizah_05020722066 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Nur Dyah Azizah_05020722066 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 April 2029. Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Tpk/2025/PT DKI yang mengadili perkara korupsi PT Timah oleh Harvey Moeis menjadi perhatian masyarakat karena adanya perbedaan signifikan antara putusan tingkat pertama dan putusan banding, serta kuatnya tekanan opini publik melalui media sosial yang dapat mempengaruhi sejauh mana independensi hakim dalam memutus perkara tanpa adanya intervensi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Tpk/2025/PT DKI dan bagaimana penerapan asas independensi peradilan dalam putusan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus melalui putusan pengadilan. Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman dan pemberantasan tindak pidana korupsi serta Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Tpk/2025/PT DKI, sedangkan bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal terkait. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan, sedangkan analisis bahan hukum menggunakan metode kualitatif dengan penalaran deduktif untuk menilai penerapan asas independensi peradilan dalam putusan hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus TPK/2025/PT DKI pemberatan pidana terhadap Harvey Moeis dari 6 tahun menjadi 20 tahun penjara merupakan pelaksanaan kewenangan judex facti yang didasarkan pada tingginya tingkat kesalahan, peran strategis terdakwa, serta besarnya kerugian negara dan kerusakan lingkungan. Pertimbangan tersebut sejalan dengan teori utilitarian Jeremy Bentham yang menekankan kemanfaatan sosial dan efek jera, serta mencerminkan penerapan asas independensi hakim untuk mewujudkan keadilan substantif dan menjaga kepercayaan publik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar hakim semakin memperkuat integritas, profesionalitas, dan keteguhan sikap dalam menghadapi tekanan eksternal, serta bagi lembaga peradilan untuk terus membangun mekanisme perlindungan terhadap independensi hakim, selain itu masyarakat juga diharapkan lebih memahami batas antara pastisipasi publik dan intervensi terhadap proses peradilan demi terwujudnya sistem peradilan yang adil, mandiri, dan berwibawa.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Keputusan Hakim Korupsi |
||||||||
| Keywords: | Korupsi; Timah | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam | ||||||||
| Depositing User: | Nur Dyah Azizah | ||||||||
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 07:51 | ||||||||
| Last Modified: | 07 Apr 2026 07:51 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89313 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
