This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Lestari, kartika ayu (2026) Kesesuaian akad murabahah bil wakalah dalam pembiayaan modal pertanian pada BMT NU Kesamben Jombang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Kartika Ayu Lestari_05040222154 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Kartika Ayu Lestari_05040222154 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 9 April 2029. Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas praktik pembiayaan murābaḥah modal pertanian yang dilaksanakan oleh BMT NU Cabang Kesamben Jombang terhadap komunitas petani Kesamben yang ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Pembiayaan murābaḥah digunakan sebagai alternatif permodalan bagi petani dengan sistem pembayaran yang disesuaikan dengan masa panen. Tetapi dalam praktiknya ditemukan perbedaan antara konsep murābaḥah sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dengan pelaksanaan di lapangan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pembiayaan murābaḥah modal pertanian di BMT NU Cabang Kesamben Jombang serta bagaimana kesesuaiannya praktik pembiayaan dengan ketentuan Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengelola BMT dan petani sebagai nasabah pembiayaan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif induktif, yaitu dengan mengkaji fakta-fakta empiris yang ditemukan di lapangan kemudian dianalisis berdasarkan dan ketentuan KHES terkait akad murābaḥah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembiayaan murābaḥah modal pertanian di BMT NU Cabang Kesamben Jombang dilakukan melalui pencairan dana dalam bentuk uang tunai tanpa melalui proses pembelian dan kepemilikan barang oleh pihak BMT sebagaimana karakter dasar akad murābaḥah. Selain itu, harga pokok barang dan margin keuntungan tidak dijelaskan secara rinci kepada nasabah sejak awal akad, serta penetapan margin dilakukan secara baku berdasarkan kebijakan internal lembaga. Praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip murābaḥah dalam Hukum Ekonomi Syariah karena berpotensi menimbulkan unsur ketidakjelasan dalam proses transaksi serta dapat mengurangi karakteristik jual beli yang seharusnya terdapat dalam akad murābaḥah. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan agar BMT NU Cabang Kesamben Jombang memperbaiki pelaksanaan pembiayaan murābaḥah dengan lebih menekankan pada aspek kejelasan dan keterbukaan akad. BMT sebaiknya menjelaskan harga pokok barang dan margin keuntungan sejak awal kepada nasabah, serta memastikan bahwa barang benar-benar dimiliki sebelum akad murābaḥah dilakukan. Selain itu, penting bagi BMT untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada nasabah mengenai mekanisme dan ketentuan murābaḥah agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaannya. Dengan langkah-langkah tersebut, pembiayaan yang dilakukan dapat lebih sesuai dengan prinsip syariah serta membantu petani memperoleh modal usaha yang adil dan transparan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Bank Islam Hukum Islam Hukum Islam > Jual Beli > Jual Beli |
||||||||
| Keywords: | Pembiayaan; Bank islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Kartika Ayu Lestari | ||||||||
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 21:38 | ||||||||
| Last Modified: | 08 Apr 2026 21:38 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89330 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
