Pemenuhan hak istri dalam mendua series kajian hadis Sunan Abu Dawud nomor indeks 2142 perspektif mubadalah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

aulia zahro, Cindy Aulia (2026) Pemenuhan hak istri dalam mendua series kajian hadis Sunan Abu Dawud nomor indeks 2142 perspektif mubadalah. Undergraduate thesis, uin sunan ampel surabaya.

[img] Text
Cindy Aulia Zahro_07010522002.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Cindy Aulia Zahro_07010522002_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 April 2029.

Download (3MB)

Abstract

Pemenuhan hak istri dalam Mendua Series di Disney+ Hotstar melalui perspektif hadis Sunan Abū Dāwūd nomor indeks 2142 dengan teori Mubadalah. sebagai media analisis kontekstual. Meskipun Mendua Series merupakan karya fiksi dramatik yang terinspirasi dari serial BBC Doctor Foster, narasi yang dibangun di dalamnya bukan sekadar rekayasa imajinatif belaka. Serial ini secara nyata merefleksikan dan merepresentasikan realitas sosial faktual yang masih marak terjadi di Indonesia. Latar belakangnya adalah tingginya pelanggaran hak istri di Indonesia, seperti perselingkuhan, KDRT, dan relasi patriarkis yang belum adil gender. Serial ini dipilih karena merepresentasikan realitas tersebut melalui tokoh Sekar yang mengalami pengabaian hak oleh suaminya. Penelitian ini difokuskan untuk menjawab tiga persoalan utama: (1) kualitas dan kehujjahan hadis berdasarkan kritik sanad dan matan, (2) pemaknaan hadis dengan teori Mubadalah oleh Faqihuddin Abdul Kodir, dan (3) relevansinya dengan konflik rumah tangga dalam serial tersebut, khususnya pengalaman Sekar yang menghadapi kekerasan verbal dan penelantaran emosional dari suaminya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif adalah kualitatif dengan pendekatan library research. Analisis dilakukan melalui takhrīj hadis serta pendekatan Mubadalah untuk memahami teks secara kontekstual, adil, dan resiprokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut berkualitas hasan, sanadnya muttaşil, perawinya tsiqah atau şadūq, serta bebas dari syāż dan 'illat. Hadis ini juga diperkuat riwayat lain sehingga berpotensi menjadi hasan li-ghayrihī dan layak dijadikan hujjah. Dalam perspektif Mubadalah, hadis ini menegaskan relasi suami- istri yang adil dan timbal balik, mencakup pemenuhan nafkah, larangan kekerasan fisik dan verbal, serta penelantaran. Temuan ini relevan dengan konflik dalam Mendua Series, yang menunjukkan pelanggaran nilai-nilai hadis sekaligus menegaskan kontekstualitasnya dalam menjawab persoalan rumah tangga modern.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
aulia zahro, Cindy Auliaciciicindyy07@gmail.com07010522002
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRochmawati, Idaidarahma@uinsa.ac.id2123017602
Subjects: Etika
Hadis
Film
Keywords: Hak istri; hadis Sunan Abū Dāwūd 2142; mubādalah; mendua series; relasi gender dalam rumah tangga
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: cindy aulia zahro
Date Deposited: 09 Apr 2026 03:21
Last Modified: 09 Apr 2026 03:21
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89505

Actions (login required)

View Item View Item