Hadis larangan duduk di atas kubur sebagai diskursus moralitas public: analisis wacana kritis di akun instagram @reelssunnah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Herdianti, Eka Putri (2026) Hadis larangan duduk di atas kubur sebagai diskursus moralitas public: analisis wacana kritis di akun instagram @reelssunnah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Eka Putri Herdianti_07040522076 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 April 2029.

Download (2MB)
[img] Text
Eka Putri Herdianti_07040522076.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penyebaran hadis di media sosial yang cenderung disajikan secara singkat dan visual tanpa disertai penjelasan konteks yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan penyempitan makna. Salah satu hadis yang mengalami fenomena tersebut adalah hadis larangan duduk di atas kubur yang diunggah oleh akun Instagram @reelssunnah. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana kualitas hadis tentang larangan duduk di atas kubur yang dikutip akun Instagram @reelssunnah, (2) bagaimana pemaknaan hadis tersebut dibangun dalam konten media sosial, (3) bagaimana analisis wacana kritis terhadap hadis tersebut menggunakan teori Norman Fairclough. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas hadis, menganalisis pemaknaan yang dibangun dalam media sosial, dan mengungkap konstruksi wacana yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap kitab hadis, konten Instagram, dan literatur pendukung. Analisis data menggunakan model analisis wacana kritis Norman Fairclough yang meliputi tiga dimensi yaitu dimensi teks, dimensi praktik wacana, dan dimensi praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis larangan duduk di atas kubur berkualitas sahih li dzatihi dan dapat dijadikan hujjah. Namun, dalam penyajiannya di media sosial, hadis tersebut cenderung dipahami secara tekstual sebagai larangan normatif tanpa disertai penjelasan konteks dan makna moral yang lebih luas. Pada dimensi teks, ditemukan penggunaan bahasa yang sederhana dan visual yang menekankan aspek larangan. Pada dimensi praktik wacana, konten diproduksi secara ringkas untuk kemudahan konsumsi audiens digital. Pada dimensi praktik sosial, hal ini berimplikasi pada terbentuknya pemahaman keagamaan yang cenderung normatif dan kurang kontekstual. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki peran penting dalam memebntuk pemaknaan hadis di masyarakat. Penyajian hadis yang tidak komprehensif berpotensi menggeser pesan moral menjadi sekadar aturan formal. Oleh karena itu, diperlukan penyampaian hadis yang lebih kontekstual dan berbasis keilmuan agar nilai-nilai Islam dapat dipahami secara utuh di era digital.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Herdianti, Eka Putrihrdnt10@gmail.com07040522076
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorFaruq, Umarumarfaruq@uinsby.ac.id2005076201
Subjects: Adab
Media Sosial
Hadis
Keywords: Hadis; larangan duduk di atas kubur; moralitas public; wacana kritis; akun Instagram
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Eka Putri Herdianti
Date Deposited: 23 Apr 2026 02:15
Last Modified: 23 Apr 2026 02:15
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89798

Actions (login required)

View Item View Item