This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Qoni'ah, Ghoniyatul (2026) القيم الأخلاقية في مسرحية مفتاح النجاح وفق نظرية أحمد أمين (دراسة تحليل المحتوى). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ghoniyatul Qoni'ah_03020122034.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Ghoniyatul Qoni'ah_03020122034_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 16 April 2029. Download (3MB) |
Abstract
Nilai akhlak merupakan standar leluhur yang mengarahkan perilaku manusia yang berfungsi untuk membedakan antara benar dan salah, serta menjadi pedoman dalam hubungan manusia dengan Allah, manusia, dan dirinya sendiri. Melalui nilai-nilai akhlak, sebuah karya sastra dapat memunculkan pesan tersirat didalamnya. Drama Miftah al-Najah karya Taufiq al-Hakim merupakan salah satu karya yang mengkritik sosial birokrasi pada masa penulis, yakni Taufiq al-Hakim yang masih relevan dengan kondisi birokrasi saat ini. Dalam drama ini banyak mengandung nilai-nilai akhlak yang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin sehingga menarik untuk dikaji menggunakan analisis isi teori akhlak Ahmad Amin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai akhlak yang terdapat dalam drama Miftah al-Najah karya Taufiq al-Hakim berdasarkan teori Ahmad Amin. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan menganalisis delapan nilai akhlak yang terkandung dalam drama tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan nilai-nilai moral yang terdapat dalam teks drama Miftah al-Najah menurut Ahmad Amin, yaitu: 1. Jujur, keberanian menyampaikan fakta tanpa manipulasi, 2. Keberanian, keteguhan menghadapi bahaya demi prinsip, 3. Iffah atau Kesucian Diri, pengendalian syahwat kekuasaan dan kepentingan, 4. Adil, memberi hak sesuai kelayakan, bukan kepentingan pribadi, 5. Mandiri, keberanian bertindak berdasarkan prinsip tanpa bergantung pada kekuasaan atau jabatan, 6. Taat, mengikuti aturan dan nilai, bukan tunduk pada individu, 7. Memanfaatkan Waktu, waktu bernilai jika dipakai untuk tujuan mulia, 8. Kerjasama, sinergi demi kebenaran, bukan sekedar mengikuti perintah. Tokoh Wakil Menteri (Umar Bek) menjadi representatif nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan teori Ahmad Amin, sedangkan tokoh Menteri dan Asisten Wakil Menteri (Zaki Bek) menggambarkan penyimpangan pada nilai-nilai akhlak Ahmad Amin. Dengan demikian, nilai akhlak dalam drama ini berfungsi sebagai kritik sosial terhadap birokrasi yang rusak, sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan sejati hanya dapat dicapai dengan memegang teguh nilai-nilai moral yang benar.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Sosiologi Sastra |
||||||||||||
| Keywords: | Nilai akhlak; Ahmad Amin; drama Miftah al-Najah | ||||||||||||
| Depositing User: | Ghoniyatul Qoni'ah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 04:03 | ||||||||||||
| Last Modified: | 16 Apr 2026 04:03 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89961 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
