This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Silviana, Eka (2026) Representasi kehidupan sosial generasi muda dalam novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi karya J.S. Khairen: kajian sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Eka Silviana_03040422081.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Eka Silviana_03040422081_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 16 April 2029. Download (3MB) |
Abstract
Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi karya J.S. Khairen menggambarkan realitas kehidupan generasi muda setelah menyelesaikan pendidikan formal yang dihadapkan pada tuntutan dunia kerja dan tekanan sosial. Melalui gambaran novel tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kehidupan sosial generasi muda pada novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi karya J.S. Khairen dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra Pierre Bourdieu melalui konsep habitus, ragam modal (ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik), serta arena perjuangan dalam novel tersebut, serta melihat bagaimana interaksi antara habitus, modal, dan arena membentuk strategi adaptasi dan resistensi tokoh dalam menghadapi tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Data penelitian berupa narasi, dialog, dan peristiwa dalam novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi karya J.S. Khairen yang merepresentasikan kehidupan sosial generasi muda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian teks yang berkaitan dengan konsep Pierre Bourdieu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan cara mengelompokkan dan menafsirkan data sesuai fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Habitus generasi muda dalam novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi dibentuk oleh latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman hidup yang kemudian berbenturan dengan tuntutan dunia kerja yang menuntut kedisiplinan, produktivitas, dan kepatuhan terhadap aturan; (2) Modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik berperan penting dalam menentukan posisi tokoh di dalam arena. Tokoh Sania menonjol melalui modal budaya berupa kemampuan bermusik, Juwisa melalui modal sosial berupa jaringan akademik dan institusi, sedangkan Randi melalui modal simbolik berupa reputasi dan pengakuan di dunia media; (3) Arena dunia kerja, seperti perbankan, media, dan sektor jasa, digambarkan sebagai ruang persaingan yang ketat dan tidak selalu adil, sehingga menuntut generasi muda untuk menyesuaikan diri. Interaksi antara habitus, modal, dan arena melahirkan berbagai bentuk adaptasi dan perlawanan simbolik, serta usaha tokoh dalam mencari jati diri mandiri agar terlepas dari status Jongos Berdasi.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Bahasa Indonesia Remaja Sastra |
||||||||||||
| Keywords: | Realitas sosial; sosiologi sastra; Pierre Bourdieu; Kami (Bukan) Jongos Berdasi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia | ||||||||||||
| Depositing User: | Eka Silviana | ||||||||||||
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 03:12 | ||||||||||||
| Last Modified: | 16 Apr 2026 03:12 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90179 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
