Analisi pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap tradisi ruwahan di Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh Jombang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohman, Alief Atsarir (2025) Analisi pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terhadap tradisi ruwahan di Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh Jombang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Alief Atsarir Rohman_05040520047.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Alief Atsarir Rohman_05040520047_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 April 2029.

Download (4MB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam suku dan budaya yang berbeda, Tidak luput dari masyarakan jawa yang memiliki tradisi sendiri salah satunya adalah Ruwahan, syukuran yang diadakan untuk menghormati arwah seseorang yang telah meninggal. Hal ini dikaitkan dengan beberapa fokus kajian utama yaitu, mengenai perbedaan pendapat dari Ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang terjadi di Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh Jombang Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil wawancara merupakan sumber data primer yang ditanyakan langsung kepada narasumber yaitu Tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang ada di Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh Jombang. Adapun sumber data sekunder diperoleh dari berbagai macam sumber seperti buku, artikel, dan literatur-literatur atau yang bisa disebut data kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik komparatif yakni membandingkan pendapat tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam menyikapi pelaksanaan Ruwahan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ada perbedaan pendapat diantara tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam menyikapi tradisi tersebut, Sebagian Tokoh Muhammadiyah mengatakan bahwa tradisi tersebut hukumnya boleh /Mubah dan sebagian yang lain mengharamkan karena alasan terterntu, Berbeda dengan Tokoh Nahdlatul Ulama yang memperbolehkan hal tersebut karena ada unsur ibadah dan doa didalamnya. Penulis memberikan pandangan bahwa tradisi Ruwahan hukumnya boleh dilakukan/ mubah sepanjang tidak melanggar syariat Islam, khususnya dalam hal akidah. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat dapat memahami dan menjadikan temuan ini sebagai panduan untuk memastikan bahwa setiap pelaksanaan tradisi ruwahan selalu sejalan dengan ajaran agama Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohman, Alief Atsarirarirjoss@gmail.com05040520047
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHamidy, Abu Dzarrin aladzarrin2015@gmail.com2004067302
Subjects: Muhammadiyah
Tradisi
Nahdlatul Ulama
Keywords: Ruwahan; NU; Muhammadiyah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Alief Atsarir Rohman
Date Deposited: 16 Apr 2026 06:02
Last Modified: 16 Apr 2026 06:02
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90229

Actions (login required)

View Item View Item