Politik identitas dan rekonstruksi musik country: studi wacana kritis album Cowboy Carter oleh Beyoncé

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Febrians, Gafi (2026) Politik identitas dan rekonstruksi musik country: studi wacana kritis album Cowboy Carter oleh Beyoncé. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Gafi Febrians_10020122046 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Gafi Febrians_10020122046 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 April 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana politik identitas melalui album musik Cowboy Carter karya Beyoncé. Album ini dipilih karena menampilkan wacana perlawanan yang kuat mengenai bagaimana musik Country direkonstruksi sebagai instrumen untuk mereklamasi sejarah dan menantang eksklusivitas rasial dominan. Dalam konteks penelitian ini, album dipahami bukan sekadar sebagai media hiburan, melainkan sebagai sebuah wacana tandingan (counter-discourse) yang merepresentasikan pertarungan ideologi, relasi kuasa, dan praktik politik identitas di dalam struktur industri musik kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi wacana kritis model tiga dimensi dari Norman Fairclough. Data diperoleh secara digital melalui observasi lirik lagu, representasi visual, proses produksi, mekanisme distribusi, hingga dinamika resepsi publik yang mengiringi peluncuran album. Selanjutnya, temuan wacana dari dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural tersebut dibedah dan dianalisis menggunakan kerangka teori Politik Identitas melalui konsep pilihan identitas (identity choice) dari Leonie Huddy serta teori Legitimasi Karismatik dari Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, wacana rekonstruksi musik Country dalam album Cowboy Carter beroperasi melalui tiga pilar: reklamasi sejarah yang terkubur pada dimensi teks, intervensi institusional terhadap kemapanan industri pada dimensi praktik diskursif, serta redefinisi identitas nasional “ke-Amerika-an” yang lebih inklusif pada dimensi praktik sosiokultural. Kedua, konstruksi politik identitas dalam album ini terwujud melalui sinergi antara komitmen internal individu dengan modalitas kekuasaan subjek. Karisma dan rekam jejak historis Beyoncé digunakan sebagai instrumen kekuasaan revolusioner untuk mendobrak otoritas tradisional industri musik, sehingga memposisikan kembali komunitas kulit hitam bukan sebagai tamu, melainkan sebagai akar autentik dari warisan budaya Americana.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Febrians, Gafigafifebrians888@gmail.com10020122046
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNurhayati, Aniekaniekn@gmail.com2007096902
Subjects: Ideologi Politik
Kebudayaan
Media Massa
Politik
Sosiologi
Keywords: Politik Identitas; Studi Wacana Kritis; Legitimasi Karismatik; Musik Country; Cowboy Carter; Beyoncé
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Gafi Febrians
Date Deposited: 20 Apr 2026 02:09
Last Modified: 20 Apr 2026 02:09
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90390

Actions (login required)

View Item View Item