This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Azizah, Bela Nafilah Nur (2026) Implementasi program bimbingan perkawinan perspektif maslahah mursalah: studi kasus KUA Kecamatan Pandaan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Bela Nafilah Nur Azizah_05020122047.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Bela Nafilah Nur Azizah_05020122047_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 28 April 2029. Download (3MB) |
Abstract
DItengah perkembangan kehidupan yang semakin modern menjadikan pernikahan menghadapi banyak sekali tantangan baik dari faktor internal maupun eksternal. Faktor tersebut sering menjadi pemicu ketidak harmonisan hubungan suami istri yang menimbulkan masalah pada rumah tangga, meliputi kekerasan dalam berumah tangga hingga terjadi perceraian. Maka dari itu guna menghindari hal yang tidak diinginkan tersebut menuntut adanya persiapan matang dari calon suami dan istri. Dengan mewujudkan tujuan keluarga yang sakinah saat ini pemerintah membentuk regulasi kewajiban mengikuti program bimbingan perkawinan sebagai langkah awal untuk membekali calon pengantin mengenai pembelajaran berumah tangga. Dalam konteks ini Kementrian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki peran yang cukup besar dan strategis dengan pelaksanaan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. KUA Pandaan, yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, termasuk dalam unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan bimbingan perkawinan bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Adapun rumusan masalah yang ada pada penelitian ini adalah: Bagaimana implementasi Program Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Pandaan?, Bagaimana analisis Program Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Pandaan berdasarkan perspektif maslahah mursalah? Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah hukum empiris atau studi lapangan (field research), dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Adapun data yang diperoleh yakni melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian sejak diterbitkannya Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur terkait kewajiban pelaksaan program bimbingan perkawinan, KUA Pandaan mulai menyelenggarakan program bimbingan perkawinan secara rutin dan terjadwal. Akan tetapi dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, diantaranya yakni efisiensi waktu pelaksanaan, perubahan materi yang disampaikan, dan sertifikasi pemateri. Saran yang dapat diberikan kepada pihak KUA Kecamatan Pandaan adalah agar lebih meningkatkan kembali pelaksanaan program bimbingan perkawinan baik dari segi metode, kompetensi fasilitator dan dalam hal kesesuaian materi sebagaimana yang telah dituliskan dalam peraturan, dengan membangun kerja sama terhadap pihak puskesmas.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Bimbingan Penyuluhan Bimbingan Perkawinan |
||||||||
| Keywords: | Kantor Urusan Agama; bimbingan perkawinan; maslahah mursalah | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Bela Nafilah Nur Azizah | ||||||||
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 02:23 | ||||||||
| Last Modified: | 28 Apr 2026 02:23 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90517 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
