This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Amalia, Putri Liyana (2026) Kedudukan korban dalam tindak pidana prostitusi ditinjau dari victim precipitation theory: studi putusan pengadilan negeri surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Putri Liyana Amalia_05040722116 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Putri Liyana Amalia_05040722116 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 8 June 2029. Download (3MB) |
Abstract
Prostitusi merupakan persoalan sosial dan hukum yang terus berkembang, termasuk di Kota Surabaya. Setelah penutupan sejumlah lokalisasi besar, praktik prostitusi tidak sepenuhnya hilang, melainkan bergeser ke tempat tertutup dan media daring. Pergeseran tersebut menimbulkan persoalan hukum mengenai kedudukan pekerja seks komersial dalam perkara prostitusi, apakah sepenuhnya diposisikan sebagai korban eksploitasi atau dalam keadaan tertentu juga memiliki keterlibatan dalam rangkaian peristiwa pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim terhadap kedudukan korban dalam tindak pidana prostitusi pada putusan Pengadilan Negeri Surabaya serta menganalisis kedudukan korban tersebut ditinjau dari Victim Precipitation Theory. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi KUHP, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta sepuluh putusan Pengadilan Negeri Surabaya tahun 2025 yang berkaitan dengan tindak pidana prostitusi. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan perspektif viktimologi dan Victim Precipitation Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim pada umumnya menitikberatkan pada perbuatan terdakwa sebagai pihak yang memfasilitasi, memperantarai, mempromosikan, mengatur, atau mengambil keuntungan dari praktik prostitusi. Hakim tetap menempatkan terdakwa sebagai pihak yang bertanggung jawab secara pidana dan tidak memindahkan kesalahan kepada korban. Ditinjau dari Victim Precipitation Theory, kedudukan korban dalam tindak pidana prostitusi tidak dapat dipahami secara tunggal, karena korban dapat berada dalam posisi aktif, pasif, maupun pasif dengan unsur paksaan atau relasi kuasa. Namun, keterlibatan korban tidak serta-merta menghapus kedudukannya sebagai korban, terutama apabila terdapat eksploitasi, tekanan ekonomi, ketergantungan, pemanfaatan posisi rentan, atau keuntungan yang diperoleh pihak lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, aparat penegak hukum disarankan untuk mempertimbangkan aspek viktimologis secara lebih mendalam dalam menangani perkara prostitusi, terutama terkait kerentanan korban, relasi kuasa, tekanan ekonomi, dan bentuk eksploitasi yang dialami korban. Selain itu, pembentuk undang-undang perlu memperjelas batas antara prostitusi sebagai bentuk eksploitasi dan prostitusi yang dilakukan secara sukarela oleh orang dewasa agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik penegakan hukum.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum > Hukum Pidana Hukum Kriminologi |
||||||||
| Keywords: | Prostitusi; Victim Precipitation Theory; Seks Komersial | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam | ||||||||
| Depositing User: | putri liyana amalia | ||||||||
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 04:17 | ||||||||
| Last Modified: | 08 Jun 2026 04:17 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90964 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
