This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Nada, Nihalun (2026) Praktik sedekah oleh pengusaha rokok ilegal perspektif tokoh Nahdlatul Ulama Sumenep. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Nihalun Nada_05020522033 full.pdf Restricted to Repository staff only until 12 June 2029. Download (4MB) |
|
|
Text
Nihalun Nada_05020522033.pdf Download (4MB) |
Abstract
Polemik mengenai praktik sedekah oleh pengusaha rokok ilegal menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji, khususnya di Kabupaten Sumenep. Di satu sisi, para pengusaha rokok ilegal kerap memberikan kontribusi sosial berupa santunan kepada masyarakat kurang mampu, bantuan sosial, serta pembangunan sarana ibadah. Namun di sisi lain, aktivitas usaha yang dijalankan tidak memenuhi kewajiban pembayaran cukai kepada negara sehingga menimbulkan persoalan hukum dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sedekah yang dilakukan oleh pengusaha rokok ilegal serta mengetahui perspektif Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan sejumlah Tokoh NU di Kabupaten Sumenep yang memiliki pemahaman terhadap hukum Islam dan realitas sosial masyarakat. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur yang meliputi kitab-kitab fikih, jurnal ilmiah, buku, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan cukai dan penerimaan negara. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sedekah oleh pengusaha rokok ilegal umumnya dilakukan secara langsung dan bersifat sosial kemasyarakatan. Menurut pandangan sebagian Tokoh NU Sumenep, sedekah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima sehingga nilai kemanfaatannya tidak dapat diabaikan. Akan tetapi, mereka juga menegaskan bahwa sumber dana yang berasal dari usaha rokok ilegal mengandung permasalahan karena diperoleh dari aktivitas yang melanggar ketentuan negara terkait kewajiban pembayaran cukai. Berdasarkan perspektif Tokoh NU Sumenep, sedekah yang diberikan oleh pengusaha rokok ilegal tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat apabila ditujukan untuk kemaslahatan umum. Namun demikian, para pengusaha tetap berkewajiban menaati peraturan yang berlaku sebagai bentuk kepatuhan kepada ulil amri dan tanggung jawab terhadap kepentingan publik. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan dari ulama maupun pemerintah agar praktik usaha yang dijalankan sejalan dengan prinsip syariat Islam dan ketentuan hukum negara.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Rokok Nahdlatul Ulama |
||||||||
| Keywords: | Sedekah; pengusaha rokok ilegal; tokoh Nahdlatul Ulama | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab | ||||||||
| Depositing User: | Nihalun Nada | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 08:31 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Jun 2026 08:31 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91016 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
