This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Firdaus, Muhammad Affandi (2025) Status hukum perjanjian jasa tentor Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Kayyisa private dalam perspektif hukum Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Affandi Firdaus_C92218154 full.pdf Restricted to Repository staff only until 22 June 2029. Download (2MB) |
|
|
Text
Muhammad Affandi Firdaus_C92218154.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji status hukum praktik pengupahan dan pelaksanaan program tambahan SINBAR (Sinau Bareng) bagi tentor di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Kayyisa Private berdasarkan akad Ijarah menurut Hukum Islam. Penelitian berangkat dari dua rumusan masalah yakni (1) Bagaimana praktik perjanjian jasa tentor di LBB Kayyisa Private? (2) Bagaimana praktik perjanjian jasa tentor LBB Kayyisa Private menurut Hukum Islam? Penelitian ini bersifat riset hukum empiris dengan pendekatan kualitatif .Analisis deskriptif-analitis dengan metode studi kasus yaitu menggunakan jenis penelitian lapangan. Pada jenis penelitian tersebut penulis harus turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan fakta -fakta yang berkaitan dengan permasalahan pada penelitian ini. Dan Penelitian ini dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan lebih mengarah pada analisis normatif. Hasil analisis Status Hukum Perjanjian Jasa Tentor di LBB Kayyisa Private dalam Perspektif Hukum Islam menunjukkan bahwa meskipun kontrak kerja LBB Kayyisa Private telah memenuhi sebagian besar rukun dan syarat seperti ‘aqidain (pihak yang bertransaksi), shighat (akad), jenis dan waktu pekerjaan, serta kewajiban dan hak, terdapat pelanggaran signifikan pada prinsip kerelaan (ridha) dan kejelasan upah (ujrah). Keterlambatan upah tentor yang bergantung pada pelunasan orang tua murid, padahl tidak tercantum pada kontrak, menyebabkan ketidakrelaan tentor dan bertentangan dengan hadis Nabi saw menani pembayaran upah segera. Demikian pula, program SINBAR yang tidak memberikan kompensasi transportasi saat tidak hadirnya murid, meskipun tentor sudah datang, menciptakan perasaan dirugikan dan ketidakrelaan tentor, yang dapat merusak keabsahan akad ijārah dari sisi kerelaan. Kesimpulan pada penelitian ini, bahwa praktik penangguhan upah tentor dan pelaksanaan program SINBAR di LBB Kayyisa Private kurang sesuai dengan akad ijārah dan Fatwa DSN MUI No. 112/2017. Keterlambatan pembayaran upah akibat tunggakan orang tua murid dan ketidakberlanjutan kompensasi transportasi pada program SINBAR yang menimbulkan ketidakrelaan tentor, merusak rukun kerelaan dan kepastian upah dalam ijārah. Penulis menyarankan kepada LBB Kayyisa Private memperbarui kontrak kerja dengan mencantumkan klausul penangguhan upah secara jelas dan terbatas waktu jika ada tunggakan dari murid, serta meninjau kembali program SINBAR agar manfaat dan kompensasinya jelas dan adil bagi tentor, sejalan dengan prinsip-prinsip syariah untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan berkah.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum Islam > Perjanjian |
||||||||
| Keywords: | Perjanjian jasa; hukum Islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Affandi Firdaus | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 08:31 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 08:31 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91044 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
