This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Yasmin, Heshma Amira (2026) Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana penyalahgunaan data pribadi menurut Undang-Udang Nomor 27 Tahun 2022 dan hukum Islam : studi putusan nomor 77/pid.sus/2024 Pengadilan Negeri Tangerang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Heshma Amira Yasmin_05020322042.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Heshma Amira Yasmin_05020322042_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 12 June 2029. Download (1MB) |
Abstract
Perlindungan hukum terhadap korban penyalahgunaan data pribadi dalam Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 77/Pid.Sus/2024/PN.Tng belum optimal karena korban tidak teridentifikasi secara jelas. Kondisi ini mengakibatkan hak-hak korban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi tidak dapat dijalankan, khususnya hak untuk mengajukan pengaduan dan memperoleh pemulihan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang ada masih menghadapi keterbatasan, terutama karena bergantung pada keberadaan korban sebagai subjek hukum yang aktif. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada bagaimana perlindungan hukum terhadap korban penyalahgunaan data pribadi menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 serta tinjauannya dalam perspektif hukum Islam, khususnya ketika korban tidak teridentifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal yang relevan. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan menghubungkan norma hukum yang berlaku dengan fakta dalam putusan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode penalaran deduktif, yaitu dengan menarik kesimpulan dari ketentuan hukum yang bersifat umum ke dalam penerapannya pada kasus konkret yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 secara normatif telah memberikan perlindungan hukum yang komprehensif bagi korban, baik melalui upaya preventif maupun represif. Namun, dalam Putusan Nomor 77/Pid.Sus/2024/PN.Tng, korban tidak teridentifikasi sehingga hak-hak tersebut tidak dapat direalisasikan. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang bersifat individual dan berbasis pengaduan menjadi tidak efektif ketika subjek korban tidak diketahui. Akibatnya, meskipun pelaku dijatuhi pidana, aspek pemulihan korban tidak terpenuhi. Dalam perspektif hukum Islam, kondisi ini tetap dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip menjaga harta (ḥifẓ al-māl)
Dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban penyalahgunaan data pribadi belum optimal, bukan karena ketiadaan norma, melainkan karena korban tidak teridentifikasi sehingga tidak dapat mengeksekusi hak-haknya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme perlindungan yang tidak hanya bergantung pada keberadaan korban secara individual, tetapi juga mampu menjangkau korban yang tidak teridentifikasi melalui pendekatan yang lebih kolektif dan proaktif, serta optimalisasi peran negara dan lembaga pengawas guna menjamin perlindungan hukum yang efektif dan berkeadilan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum > Hukum Pidana Internet |
||||||||
| Keywords: | Perlindungan hukum; data pribadi; hukum Islam | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Heshma Amira Yasmin | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 01:29 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Jun 2026 01:29 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91054 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
