Peran state dan kepentingan ekologi dalam pembangunan Monumen Reog Museum peradaban di Kabupaten Ponorogo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohmah, Nazila Lailatur (2026) Peran state dan kepentingan ekologi dalam pembangunan Monumen Reog Museum peradaban di Kabupaten Ponorogo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nazila Lailatur Rohmah_10010122018 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 June 2029.

Download (5MB)
[img] Text
Nazila Lailatur Rohmah_10010122018.pdf

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara peran state, kepentingan ekologi, dan dinamika aktor dalam pembangunan Monumen Reog Museum Peradaban (MRMP) di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Proyek strategis ini dibangun diatas kawasan bekas pertambangan batu gamping tepatnya diatas Gunung Gamping, yang secara ekologis merupakan kawasan perbukitan karst. Terdapat 3 rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana state dan kepentingan ekologi serta aktor-aktor terkait dalam pembangunan Monumen Reog Museum Peradaban di Kabupaten Ponorogo?, Bagaimana proses ekologi politik berlangsung dalam pembangunan Monumen Reog Museum Peradaban?, serta Bagaimana dampak sosial, lingkungan dan politik dan budaya dari pembangunan Monumen Reog Museum Peradaban?. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan berbagai pihak, termasuk beberapa dinas terkait, DPRD Kabupaten Ponorogo, pelaku seni Reog, serta masyarakat terdampak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka teori Ekologi Politik Paul Robbins (2012) untuk membedah relasi kuasa, proses marjinalisasi, serta kontestasi kepentingan antara aktor ‘pemenang’ (winners) dan aktor ‘pecundang’ (losers). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Monumen Reog Museum Peradaban bukan sekadar proyek infrastruktur budaya dan pariwisata, melainkan arena kontestasi kepentingan politik dan ekonomi. Beberapa aktor yang terlibat seperti aktor negara (state actors) yaitu Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan DPRD Kabupaten Ponorogo yang memiliki kepentingan untuk membangun narasi Sampung Bone Culture, meningkatkan nilai ekonomi dan pariwisata, serta merubah fungsi lingkungan. Temuan utama dalam penelitian ini yakni berdasarkan dinamika ekologi politik Robbins, aktor pemenang (winners) adalah Pemerintah Kabupaten Ponorogo, sementara aktor pecundang (losers) adalah masyarakat penambang tradisional yang mengalami marginalisasi akibat kehilangan akses mata pencaharian. Dominasi negara ini terlihat jelas melalui praktik negosiasi regulasi dan manipulasi perizinan lingkungan yang dilakukan guna memastikan proyek tetap berjalan sebagai ikon identitas daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepentingan ekologi cenderung dinegosiasikan demi ambisi politik dan ekonomi simbolik pemerintah daerah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohmah, Nazila Lailaturnazilarohmah.official@gmail.com10010122018
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPrakasita, Ajeng Widyaajeng.widya.prakasita@uinsa.ac.id2023029502
Subjects: Kebijakan Publik
Negara
Politik
Keywords: State; ekologi; Monumen Reog Museum; peradaban
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Nazila Lailatur Rohmah
Date Deposited: 22 Jun 2026 09:06
Last Modified: 22 Jun 2026 09:06
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91397

Actions (login required)

View Item View Item