This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Fahma, Afdila (2026) Sabar dan ikhlas dalam pengembangan anak berkebutuhan khusus: studi tentang ketahanan mental guru SLB Putra Harapan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Afdila Fahma_07020622021 full.pdf Restricted to Repository staff only until 24 June 2029. Download (3MB) |
|
|
Text
Afdila Fahma_07020622021.pdf Download (3MB) |
Abstract
Dalam mendidik perkembangan anak berkebutuhan khusus, Guru di sekolah luar biasa menghadapi tantangan psikologis kompleks, seperti tuntutan emosional tinggi, beban pembelajaran, serta perilaku siswa yang tidak terduga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketahanan mental guru dalam menjalankan perannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna, peran dan faktor sabar dan ikhlas sebagai bentuk ketahanan mental guru menghadapi dinamika pembelajaran di Sekolah Luar Biasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Subjek dalam penelitian terdiri dari empat informan yang berstatus guru di Sekolah Luar Biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabar dimaknai sebagai kemampuan regulasi emosi dan pengendalian diri yang dilandasi pemahaman terhadap karakteristik anak, sehingga guru mampu tetap tenang, responsif, dan konsisten dalam menghadapi berbagai perilaku, termasuk tantrum. Ikhlas dimaknai sebagai ketulusan dalam menjalankan peran tanpa bergantung pada pengakuan eksternal, serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan dan mendampingi perkembangan anak. Sabar dan ikhlas berperan sebagai fondasi ketahanan mental yang membantu guru menjaga stabilitas emosi dan menerima dinamika pembelajaran. Sabar dan ikhlas berperan dalam membantu guru membangun hubungan sosial yang positif dengan siswa, rekan kerja, maupun lingkungan sekolah. Adapun faktor internal dan eksternal yang memperkuat sabar dan ikhlas, faktor internal meliputi kesadaran akan tanggung jawab profesi, motivasi memberikan pelayanan terbaik kepada murid, serta memaknai setiap tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian. Faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah yang suportif dan kondusif, dukungan kepala aekolah dan rekan kerja, dukungan keluarga, serta pengalaman melihat perkembangan anak yang menjadi sumber motivasi dan makna bagi guru. Mengintegrasikan nilai tasawuf sabar dan ikhlas ke dalam praktik pendidikan membantu menjaga stabilitas emosional guru, sehingga meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran dengan anak berkebutuhan khusus.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Persepsi Guru Psikoterapi Tasawuf |
||||||||
| Keywords: | Sabar; ikhlas; anak berkebutuhan khusus; guru SLB | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tasawuf dan Psikoterapi | ||||||||
| Depositing User: | Afdila Fahma | ||||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:31 | ||||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:31 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91501 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
