Strategi dakwah Mbah Alun di Desa Balun, Lamongan (1639–1654 m): tinjauan sejarah berdasarkan tradisi lisan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Salsabila, Isyatul Ula (2026) Strategi dakwah Mbah Alun di Desa Balun, Lamongan (1639–1654 m): tinjauan sejarah berdasarkan tradisi lisan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Isyatul Ula Salsabila_03020222041.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Isyatul Ula Salsabila_03020222041_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2029.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi dakwah Mbah Alun di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan pada periode 1639–1654 M dengan menempatkan tradisi lisan sebagai sumber primer. Tiga permasalahan yang dirumuskan adalah: (1) Bagaimana konteks sosial, politik, dan keagamaan Desa Balun pada masa kehidupan Mbah Alun (1639–1654 M)?; (2) Bagaimana bentuk dan strategi dakwah yang dilakukan oleh Mbah Alun dalam proses penyebaran Islam di Desa Balun?; (3) Bagaimana tradisi lisan masyarakat Balun merepresentasikan dan melestarikan memori sejarah dakwah Mbah Alun hingga masa kini?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup empat tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis. Kerangka teoritik yang digunakan adalah teori peran Ralph Linton dalam The Study of Man dan teori tradisi lisan Jan Vansina dalam Oral Tradition as History. Sumber primer diperoleh melalui wawancara dengan sepuluh narasumber yang terdiri dari juru kunci makam, kepala desa, mantan kepala desa, perangkat desa, tokoh agama Islam, Hindu, dan Kristen, serta warga asli Desa Balun. Hasil penelitian, disimpulkan; (1) Desa Candipari sebagai cikal bakal Desa Balun merupakan kawasan Bonorowo (daerah yang memiliki rawa-rawa) belum memiliki tokoh lokal sebelum kedatangan Mbah Alun, dengan masyarakat yang menganut kepercayaan animisme-dinamisme atau kejawen murni, serta berada dalam jaringan dakwah Giri Kedaton melalui Kadipaten Lamongan. (2) berdasarkan tradisi lisan yang dianalisis melalui teori Linton dan Vansina, Mbah Alun menjalankan dakwahnya melalui empat strategi: pendekatan personal dengan membangun kepercayaan melalui kemampuan pengobatan; dakwah kultural; dakwah bil-hal; dan penyembunyian identitas kerajaan sebagai strategi bertahan sekaligus membangun kesetaraan sosial. (3) tradisi lisan mengenai Mbah Alun terbagi dalam empat bentuk narasi yaitu; legenda asal-usul, kisah karomah, narasi silsilah, dan narasi nilai yang meski terdapat variasi versi, seluruhnya konsisten menempatkan Mbah Alun sebagai tokoh peletak dasar nilai toleransi dan kebersamaan di Desa Balun. Pelestarian memori tersebut berlangsung melalui ziarah makam, tradisi tudun, nyadran, sedekah bumi, penceritaan dalam lingkungan keluarga, pengelolaan makam oleh pemerintah desa, dokumentasi tertulis, dan pemanfaatan media digital.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Salsabila, Isyatul Ulaisyatululasalsabila02@gmail.com03020222041
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNuriyadin, Nuriyadinnuriyadin@uinsa.ac.id2020017503
Thesis advisorSusanto, Dwidwi.uinsa@gmail.com2021127702
Subjects: Agama > Biografi Tokoh
Islam dan Humanisme
Toleransi
Keywords: Strategi dakwah; Mbah Alun; tradisi lisan
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Isyatul Isyatul Ula Salsabila
Date Deposited: 25 Jun 2026 07:17
Last Modified: 25 Jun 2026 07:17
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91805

Actions (login required)

View Item View Item