This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Arifianty, Indira (2026) Representasi depresi sebagai pengalaman gen z dalam film perayaan mati rasa: analisis semiotika Roland Barthes. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Indira Arifianty_03040422088.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Indira Arifianty_03040422088_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 30 June 2029. Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini melihat bagaimana film Perayaan Mati Rasa oleh Umay Shahab menggambarkan depresi sebagai fenomena pada gen z melalui tokoh Ian dan Uta dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Gejala depresi ditunjukkan melalui mati rasa emosional, isolasi sosial, dan hilangnya minat hidup. Tanda-tanda lainnya, termasuk nada bicara yang gemetar, tatapan wajah kosong, dan gerakan yang lemas. Penonton dapat merasakan beban emosional karakter melalui elemen visual, seperti metafora lautan dalam film. Analisis penelitian dimulai dengan makna denotasi, makna konotasi, dan ideologi tersembunyi (mitos). Secara keseluruhan, penelitian ini membantu kita dalam memahami cara film-film Indonesia baru memerangi stigma kesehatan mental di kalangan remaja. Data penelitian berasal dari transkrip dialog dan tangkapan layar dari adegan yang relevan. Adegan-adegan ini termasuk tatapan kosong Ian dan Uta, serta kekacauan di dalamnya. Metode kualitatif ini mengurai tanda secara bertahap. Denotasi melihat tanda yang terlihat langsung, konotasi mengaitkan dengan beban anak laki-laki, dan mitos yang membongkar budaya patriarki yang menyamarkan depresi sebagai ketangguhan. Selain itu, film ini terkait dengan tren sastra Indonesia pasca 2020, seperti adaptasi dari buku tentang kesehatan mental yang menggabungkan visual dan cerita. Metode ini tidak berfokus pada analisis pribadi, namun pada pesan budaya yang dibangun melalui suara dan gambar. Hasilnya menunjukkan bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan pengetahuan yang mudah dipahami oleh pembaca awam. Hasil analisis menunjukkan bahwa depresi yang dialami gen z dalam film mencerminkan tekanan yang disebabkan oleh era teknologi dan dinamika keluarga yang sering diabaikan. Dalam tingkat denotasi, menampilkan gejala konkret seperti wajah datar setelah kehilangan ayah. Konotasi mengungkap kondisi mati rasa emosional serta kesepian. Dan mitos, memperkuat gambaran anak sulung yang harus kuat. Film ini menunjukkan cara hidup untuk menerima perasaan orang lain daripada mengabaikannya sendiri.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Depresi Remaja Sastra |
||||||||||||
| Keywords: | Depresi; Gen Z; perayaan mati rasa; representasi; semiotika Roland Barthes | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia | ||||||||||||
| Depositing User: | Indira Indira Arifianty | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 06:30 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Jun 2026 06:30 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92098 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
