PERSEPSI MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP PRAKTIK BANK THITHIL : STUDI KASUS PADA MASYARAKAT MUSLIM DI TEBUIRENG KABUPATEN JOMBANG

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Qotrunnada, Hanna Masawayh (2014) PERSEPSI MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP PRAKTIK BANK THITHIL : STUDI KASUS PADA MASYARAKAT MUSLIM DI TEBUIRENG KABUPATEN JOMBANG. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Skripsi merupakan hasil penelitian kualitatif yang bertujuan mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Muslim di Tebuireng tentang praktik bank thithil dan apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi praktik bank thithil, khususnya yang terjadi di Tebuireng.
Data penelitian dihimpun melalui wawancara dan pengamatan lapangan secara langsung dengan warga yang berdomisili di Tebuireng, warga dari luar Dusun Tebuireng yang berkegiatan di Tebuireng, tokoh agama di Tebuireng, praktisi ekonomi yang ada di Tebuireng, mantri bank thithil dan beberapa staf Desa Cukir.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa masyarakat Muslim di Tebuireng memiliki pemahaman yang sama yaitu praktik bank thithil adalah praktik yang diharamkan dalam agama dan dilarang berdasarkan hukum positif yang berlaku di Indonesia. Hanya saja, beberapa orang, identik dengan keluarga miskin, tetap melakukan transaksi dengan bank thithil yang dapat diberi. Melihat adanya ketimpangan persepsi dan fakta perilaku yang berlaku di masyarakat, maka kebiasaan ini dapat dikategorikan dalam istilah “benci tapi rindu”. Nasabah bank thithil tersebut seringkali menutupi kegiatan mereka dengan kedok koperasi atau, bahkan, mencatut nama bank yang cukup dikenal oleh masyarakat.
Pihak nasabah dan mantri bank thithil saling memiliki ketergantungan yang saling menguntungkan sebagaimana hukum simbiosis mutualisme. Kedua pihak mendapatkan keuntungan dari apa yang sedang mereka lakukan dan sepakati sesuai dengan ekspektasi dari kedua belah pihak.
Pihak-pihak yang berkompeten dalam pemberantasan praktik bank thithil, sebenarnya, memiliki usaha dalam menanggulangi praktik ribawi ini. Namun, sejauh ini, usaha yang dicetuskan belum pernah menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini dikarenakan adanya kelemahan operasional serta minimnya sumber daya manusia yang berkualitas dalam menjalankan program-program atau project yang disusun untuk memberantas praktik bank thithil.
Langkah yang dinilai positif dari praktik bank thithil, seperti, sistem operasional dan/atau cara membangun kedekatan personal antara mantri dan nasabah bank thithil, setidaknya dapat dijadikan acuan atau bahan evaluasi serta diaplikasikan dalam program atau lembaga legal yang memiliki tujuan untuk memberantas praktik bank thithil

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Qotrunnada, Hanna MasawayhUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ekonomi Islam
Masyarakat Islam
Keywords: Bank Thithil; Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Feb 2015 03:59
Last Modified: 18 Feb 2015 03:59
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/960

Actions (login required)

View Item View Item