Kewajiban bersyukur terhadap karunia Allah dalam surat An Nahl ayat 78

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khasanah, Uswatun (2011) Kewajiban bersyukur terhadap karunia Allah dalam surat An Nahl ayat 78. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Uswatun Khasanah_E03207040.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21808

Abstract

Meyakini kebenaran kitab-kitab Allah merupakan bagian dari rukun Iman. Namun sebuah pada dasar apa sebuah keyakinan itu dibangun merupakan suatu hal yang juga penting untuk diperhatikan. keyakinan yang didasari dengan pengetahuan yang utuh akan lebih baik dan kuat dibandingkan keyakinan buta yang hanya didasarkan pada kepercayaan saja. Oleh karena itulah, dalam berbagai ayatnya, al­ Qur'an sering mendorong agar manusia berpikir dan menggunakan akalnya untuk melihat, membaca dan membuktikan kebesaran Tuhannya yang sebenamya sangat jelas dan nyata. Skripsi ini membahas hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pennasalahan mengenai bentuk karunia yang terdapat dalam surat An Nahl ayat 78 dan bagaimana cara mensyukuri karunia tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Library research, pengumpulan data diperoleh dari bahan-bahan tertulis baik berupa literatur berbahasa Arab, Inggris maupun Indonesia yang relevan dengan penelitian ini. Kemudian dianalisa dengan menggunakan metode Tahlilv memaparkan segala aspek yang terkandung dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu, serta menerangkan makna­ makna yang tercakup didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penafsiran surat An Nahl ayat 78, yang menjelaskan manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Kemudian, secara berangsur-angsur, manusia dianugerahi oleh Allah dengan beberapa panca indera. Telinga sebagai alat pendengar agar manusia bisa mendengar suara-suara dari yang dekat ataupun yang jauh. Dan ditumbuhkan pula penglihatan agar manusia dapat membedakan berbagai macam warna, dapat merhatikan wajah ibu yang sedang menyusui. Pendengaran serta penglihatan tersebut dituntun oleh perkembangan hati yaitu perasaan dan fikiran. Sampai berangsur-angsur besar dan dewasa, bertambah lama bertambah matang, sampai menjadi manusia yang berbudi bahasa, bersopan, dan bersantun, dan sanggup memegang tanggung jawab. Adapun dari hasil penelitian ini adalah menjelaskan tentang bagaimana seharusnya manusia meretleksikan bentuk rasa syukumya terhadap karunia Allah yang telah dianugerahkan kepadanya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khasanah, Uswatun--E03207040
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorChozin, Fadjrul Hakamhakam@uinsby.ac.id2006075901
Subjects: Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Bersyukur; nikmat Allah
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Jan 2018 04:32
Last Modified: 12 Sep 2021 15:41
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/21808

Actions (login required)

View Item View Item