Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap Status Kepemilikan Ikan yang ditangkap Pada saat Banjir di areal Tambak di Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arofah, Fahrurotul (2011) Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap Status Kepemilikan Ikan yang ditangkap Pada saat Banjir di areal Tambak di Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Fahrurotul Arofah_C02207121.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terjadi ketidak sesuaian antara teori yang ada dengan pelaksanaan di lapangan. Status kepemilikan ikan yang ditangkap pada saat banjir. Salah satu contoh ketidakseuaian itu adalah warga memasang jaring yang ada di dekat tambak pada hal saat banjir waktu itu tidak terlihat lagi antara tanbak dan kali karena pembatas antara tambak dengan kali tertutup oleh banjir .. Penelitian ini membahas mengenai status kepemilikan dalam fiqih muamalah yang ada di Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik Selain itu juga membahas tentang analisis terhadap proses penangkapan ikan pada saat banjir serta cara mentasarrutkan hasil tangkapan tersebut. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan (field research), sedangkan data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analitik dengan pola pikir deduktif. Teknik deskriptif yaitu memaparkan dan mendeskripsikan data-data yang berkaitan dengan judul. Kemudian dianalisis dengan pola pikir deduktif yaitu dimulai dari dalil yang berkaitan dengan kepemilikan dalam hukum Islam kemudian dikemukakan kenyataan-kenyataan yang bersifat khusus yaitu penyelesaian tentang status kepemilikan dalam Fiqih Muamalah. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa para warga yang melakukan pengambilan ikan di kali saat banjir adalah tidak benar sebab dalam Islam kepemilikan atas suatu benda yang seperti itu tidak ada (bencana alam), selain itu berakhirnya kepemilikan yang seperti itu tidak ada sebab para warga mengambilnya langsung di kali dekat tambak padahal waktu banjir batas antara tambak dengan kali tidak terlihat lagi, selain itu alat yang mereka yang berupa jaring sangatlah menganggu, karena jaring dapat menghambat jalannya air selain itu jaring itu juga otomatis menjadi batas antara tambak dan kali. Padahal memiliki suatu harta tidak boleh merugikan orang lain dan harus sesuai dengan syara'. Jadi status kepemilikan ikan yang lepas pada saat banjir dan yang ada di kali adalah masih menjadi milik dari para pemilik tambak dan para penangkap ikan tidak diperbolehkan mengambil ikan tersebut. Berdasarkan fakta tersebut, semoga warga Desa Ambeng-ambeng lebih memahami lagi tentang arti bermuamalah yang sesuai dengan hukum Islam. Selain itu para warga juga harus lebih memahami arti dari kepemilikan itu sendiri agar tidak ada lagi kerugian yang diderita oleh para warga yang terkena musibah tidak bertambah dengan perbuatan tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arofah, FahrurotulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ikan > Menangkap Ikan
Ikan > Perikanan Tambak
Keywords: Ikan; menangkap Ikan; Banjir di tambak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 13 Jun 2019 04:37
Last Modified: 13 Jun 2019 04:37
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/32144

Actions (login required)

View Item View Item