Uji efektivitas biolarvasida ekstrak daun bambu kuning (Bambusa vulgaris) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti dan Culex sp.

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Apriliana, Anggita (2021) Uji efektivitas biolarvasida ekstrak daun bambu kuning (Bambusa vulgaris) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti dan Culex sp. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Anggita Apriliana_H71217020.pdf

Download (2MB)

Abstract

Nyamuk adalah jenis serangga yang menjadi vektor penyakit pada manusia seperti demam berdarah yang ditularkan oleh Aedes aegypti dan filariasis yang ditularkan oleh Culex sp. Setiap tahun kasus DBD mengalami peningkatan, dimana jumlah kasus demam berdarah yang terjadi di Indonesia pada bulan Februari 2019 yaitu sebanyak 16.662 kasus dengan jumlah penderita meninggal sebanyak 169 jiwa, sedangkan untuk jumlah kasus filariasis di Indonesia pada tahun 2018 terdapat sebanyak 10.681 kasus. Berdasarkan data tersebut masih diperlukan adanya pengendalian, salah satunya dengan menggunakan larvasida. Namun Penggunaan larvasida kimia yang digunakan sebagai langkah pengendalian larva nyamuk juga dapat menimbulkan masalah lain jika digunakan secara berlebihan. Sehingga diperlukan upaya lain untuk mengurangi penggunaan larvasida kimia yaitu dengan menggunakan biolarvasida atau larvasida yang terbuat dari bahan alam seperti daun bambu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun bambu kuning (Bambusa vulgaris) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti dan Culex sp. Konsentrasi ekstrak pada penelitian menggunakan 6 perlakuan konsentrasi yaitu 50 mg/L, 60 mg/L, 70 mg/L, 80 mg/L, 90 mg/L dan 0 mg/L sebagai kelompok kontrol dengan pengulangan masing-masing kelompok yaitu 4 pengulangan. Pengamatan dilakukan setiap 12 jam sekali selama 24 jam. Ekstrak dengan konsentrasi 90 mg/L, 80 mg/L dan 70 mg/L terhadap larva Aedes aegypti memiliki rata-rata presentase mortalitas sebesar 100% dengan nilai LC50 dengan kurun waktu 12 jam sebesar 16,897 ppm, sedangkan pada kurun waktu 24 jam sebesar 15,086 ppm. Pengujian pada larva Culex sp ekstrak dengan konsentrasi 90 mg/L, 80 mg/L dan 70 mg/L juga memiliki rata-rata presentase mortalitas sebesar 100% dengan nilai LC50 dengan kurun waktu 12 jam sebesar 17,269 ppm, sedangkan pada kurun waktu 24 jam sebesar 16,133 ppm.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Apriliana, Anggitaanggitaapriliana263@gmail.comH71217020
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHidayati, Irulirulhidayati.alfatawi@gmail.com198102282014032001
Thesis advisorTyastirin, Estiesty@uinsby.ac.id2024068702
Subjects: Biologi
Keywords: Bambusa vulgaris; Aedes aegypti; Culex sp; Biolarvasida dan Mortalitas.
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Biologi
Depositing User: Anggita Apriliana
Date Deposited: 15 Aug 2021 09:56
Last Modified: 15 Aug 2021 09:56
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/49576

Actions (login required)

View Item View Item