Literasi dan inklusi zakat pada masyarakat bangkalan: studi pada BAZNAS Bangkalan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anwar, Syaiful (2022) Literasi dan inklusi zakat pada masyarakat bangkalan: studi pada BAZNAS Bangkalan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Syaiful Anwar_G95217066.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Literasi dan Inklusi Zakat Pada Masyarakat Bangkalan (Studi Pada Baznas Bangkalan)” merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana implementasi literasi zakat yang dilakukan BAZNAS di Kabupaten Bangkalan dan bagaimana kontribusi literasi zakat pada inklusi membayar zakat bagi masyarakat Bangkalan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung terhadap pengurus BAZNAS Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi zakat yang dilakukan BAZNAS di Kabupaten Bangkalan ialah melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan dan instansi pemerintah agar mendapatkan izin dalam melakukan literasi dan inklusi zakat kepada para pegawai. Pihak BAZNAS di Kabupaten Bangkalan masih belum melakukan literasi kepada masyarakat pedesaan yang notabennya para petani dan pedagang yang sudah memiliki kewajiban berzakat. Hal ini disebabkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat masih kurang, masyarakat lebih dominan untuk melakukan penyaluran zakat sendiri kepada para mustahiq. Penyampaian literasi zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Bangkalan ialah pemberian pengetahuan mengenai pengelolaan zakat, memberikan informasi untuk selalu mencatat kebutuhan sehari-hari dan mencatat dana yang akan disalurkan, memberikan kepercayaan terhadap donatur dengan cara menjaga amanah, jujur, transparan dan profesional. Kontribusi literasi zakat pada inklusi membayar zakat bagi masyarakat Bangkalan adalah sebelum adanya literasi tingkat kesadaran muzakki 30% dalam membayar zakat, namun setelah dilakukan literasi zakat tingkat kesadaran muzakki 90% dalam membayar zakat. Semulanya tahapan pengumpulan zakat hanya menunggu bola, namun setelah adanya literasi zakat BAZNAS Kabupaten Bangkalan berkesempatan untuk bekerjasama dengan perusahaan dan instansi pemerintah dalam melakukan sosialisasi tentang pentingnya berzakat. Awal mulanya tidak tahu berapa yang harus dibayarkan untuk zakat, setelah adanya zakat masyarakat tahu berapa yang seharusnya dikeluarkan hartanya untuk zakat. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti kepada BAZNAS Kabupaten Bangkalan untuk melakukan tahapan literasi kepada masyarakat Bangkalan secara menyeluruh, perlu adanya sebuah cara dan pendekatan ketika hendak melakukan literasi kepada masyarakat khususnya di daerah pedesaan. Selain itu inklusi juga memiliki beberapa cara untuk disampaikan kepada masyarakat, bisa memanfaatkan media elektronik seperti pemanfaatan media sosial.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anwar, Syaifulsipolanwar1@gmail.comG95217066
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRahmawati, LilikLilik_Elrahma@yahoo.com198106062009012008
Subjects: Pemberdayaan
Zakat
Keywords: literasi; inklusi zakat; badan amil zakat nasional
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Manajemen Zakat dan Wakaf
Depositing User: Syaiful Anwar
Date Deposited: 13 Jul 2022 01:08
Last Modified: 13 Jul 2022 01:08
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/53885

Actions (login required)

View Item View Item