This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Putri, Nur Fadhila Selina (2025) Konsep ḥalalan ṭayyiban terhadap praktik jual beli makanan Ampo di Semanding Tuban. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Nur Fadhila Selina Putri_05020221076 OK.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Nur Fadhila Selina Putri_05020221076 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 14 December 2028. Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli makanan tradisional Ampo di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban dalam perspektif konsep ḥalālan ṭayyiban berdasarkan hukum Islam. Ampo merupakan makanan khas daerah yang berbahan dasar tanah liat hingga kini masih diproduksi dan diperjualbelikan secara tradisional oleh masyarakat setempat. Dalam konteks kehalalan dan kebaikan (ṭayyiban), muncul pertanyaan tentang status makanan tersebut dalam pandangan syariat Islam, khususnya menyangkut aspek bahan, proses pembuatan, serta sistem transaksi jual beli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pelaku usaha, kepala desa setempat dan masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada prinsip-prinsip jual beli Islam yang mencangkup syarat dan rukun, serta mempertimbangkan asas mashlahah dan prinsip kejujuran dalam transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli makanan Ampo di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban pada dasarnya memenuhi rukun dan syarat jual beli dalam Islam, karena terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli, adanya objek yang jelas dan akad yang sah. Namun, dari sisi ṭayyiban masih ditemukan persoalan terkait aspek higienitas, keamanan konsumsi dan belum adanya sertifikasi halal dari lembaga berwenang. Meskipun secara adat makanan ini diterima dan diwariskan turun temurun, dari perspektif syariat diperlukan peninjauan lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian dengan prinsip ḥalālan ṭayyiban. Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis menyarankan agar pelaku usaha makanan Ampo mendapatkan pendampingan dalam pengujian bahan baku secara ilmiah serta edukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal. Langkah ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan usaha yang sesuai dengan konsep ḥalālan ṭayyiban dan diterima oleh masyarakat luas.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Kebersihan Hukum Islam Izin Usaha Jual Beli Perlindungan Konsumen Budaya |
||||||||
| Keywords: | Ḥalālan Ṭayyiban; Jual Beli; Makanan Ampo | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Nur Fadhila Selina Putri | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Dec 2025 23:11 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Dec 2025 23:11 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85210 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
