This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Rahmah, Fani Faizatur (2025) Uji akurasi hasil perhitungan gerhana bulan tanggal 07 september 2025 dengan menggunakan metode JANUS. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Fani Faizatur Rahmah 05020622025 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Fani Faizatur Rahmah 05020622025 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Gerhana Bulan merupakan salah satu fenomena astronomi yang dapat dihitung dan diprediksi secara ilmiah melalui metode hisab. Seiring berkembangnya astronomi modern, perhitungan gerhana tidak lagi bersifat deskriptif, tetapi berbasis komputasi numerik yang presisi. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam perhitungan gerhana Bulan adalah metode JANUS. JANUS merupakan sistem hisab astronomi modern yang berbasis numerical ephemeris Bulan dengan menggunakan teori ELP 2000–85 dan dirancang untuk menghitung posisi serta fenomena Bulan dengan tingkat presisi tinggi. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan ke dalam dua pertanyaan, yaitu bagaimana proses perhitungan gerhana Bulan menggunakan metode JANUS? serta bagaimana tingkat akurasi hasil perhitungan gerhana Bulan tanggal 07 September 2025 apabila dibandingkan dengan data astronomi acuan dari NASA?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan komputasi astronomi. Tahapan penelitian meliputi perhitungan posisi geosentris Matahari dan Bulan, penentuan selisih asensio rekta dan deklinasi, perhitungan koordinat proyeksi bayangan Bumi (x dan y), serta proses iterasi untuk memperoleh parameter waktu fase-fase gerhana Bulan. Hasil perhitungan menggunakan metode JANUS kemudian dikonversi dari skala waktu Terrestrial Time (TT) ke Universal Time (UT) dengan mempertimbangkan nilai ΔT, dan selanjutnya dibandingkan dengan data referensi resmi dari NASA Eclipse Predictions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode JANUS mampu menghitung waktu fase-fase gerhana Bulan tanggal 07 September 2025 secara presisi, meliputi fase P₁, U₁, U₂, puncak gerhana, U₃, U₄, dan P₄. Perbandingan antara hasil perhitungan JANUS dan data NASA menunjukkan adanya selisih waktu (Δt) yang berada dalam rentang 3 detik hingga 1 menit 15 detik. Seluruh nilai deviasi tersebut masih berada dalam batas toleransi akurasi astronomi, sehingga metode JANUS dapat dikategorikan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam menghitung fase-fase gerhana Bulan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar metode JANUS dapat dimanfaatkan lebih luas dalam kajian ilmu falak, khususnya dalam perhitungan fenomena gerhana Bulan berbasis komputasi numerik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kajian serupa dengan membandingkan metode JANUS dengan model ephemeris lain atau mengaplikasikannya pada peristiwa astronomi yang berbeda untuk memperkuat validitas dan pengembangan hisab modern di Indonesia.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Salat > Salat Gerhana | ||||||||
| Keywords: | Gerhana Bulan; Akurasi; JANUS | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak | ||||||||
| Depositing User: | Fani Faizatur Rahmah | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 20:48 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Jan 2026 20:48 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85754 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
