Pantangan arah rumah calon pasangan dalam tradisi pra nikah: studi di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sulhad, Fitri Ninda (2025) Pantangan arah rumah calon pasangan dalam tradisi pra nikah: studi di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Fitri Ninda Sulhad_10030322082 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Fitri Ninda Sulhad_10030322082 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Pada penelitian ini dari objek yang diteliti akan mengkaji bagaimana bentuk tradisi pantangan arah rumah pada masyarakat Desa Sidomekar, namun dari satu objek kajian tersebut menghasilkan beberapa rumusan masalah yang akan terjabarkan pada sub bab pembahasan, antara lain: penjabaran mengenai bagaimana gambaran tradisi pantangan arah rumah calon pasangan yang berada di Desa Sidomekar, bagaiman proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi pantangan arah rumah calon pasangan dalam tradisi pra nikah pada masyarakat Desa Sidomekar Sementara metode yang digunakan pada penelitian kali ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, beserta teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini yakni, teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwasanya: (1) Pantangan arah rumah calon pasangan atau dikenal dengan mojok atau nyigar kupat sudah lama melekat dan lestari hingga saat ini walaupun sudah lama tradisi ini ditemurunkan. Disebut pantangan arah rumah karena apabila terdapat calon pasangan yang dari arah rumahnya menuju rumah calon pasangannya mengarah utara-barat ngalor-ngulon ataupun sebaliknya selatan-timur ngidul-ngetan, tradisi pantangan arah rumah ini berasalkan seperti membelakangi arah kiblat dan cara memakamkam jenazah (2) Bagi masyarakat yang tidak mengikuti pantangan arah rumah ini mengakibatkan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan yang sangat beragam dan tidak bisa ditentukan secara pastinya, namun menurut pandangan masyarakat maupun tokoh masyarakatnya rata-rata konsekuensi atau musibah yang didapat berkaitan dengan nyawa, walaupun terdapat solusi atau syarat bagi yang tetap ingin melanjutkan pernikahannya pun hasilnya nihil, karena tidak bisa dipastikan jikalau syarat yang sudah dilakukan tersebut tentu bisa menangkal musibah tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sulhad, Fitri Nindanindasulhad@gmail.com10030322082
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIzzah, Iva Yulianti Umdatuliva.yulianti@gmail.com2018077602
Subjects: Sosiologi
Sosiologi
Adat
Budaya
Keywords: Pantangan; Arah Rumah Calon Pasangan; Tradisi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Fitri Ninda Sulhad
Date Deposited: 10 Jan 2026 10:12
Last Modified: 10 Jan 2026 10:12
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86028

Actions (login required)

View Item View Item