This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Nurjannah, Elina (2025) Makna kata lu’lu’ al-maknun dalam al-qur’an: implementasi semantik Toshihiko Izutsu. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Elina Nurjannah_02040523013 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Elina Nurjannah_02040523013 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 4 March 2029. Download (2MB) |
Abstract
Frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn dalam al-Qur'an terdapat pada dua ayat yakni QS. Al-Ṭūr (52) ayat 24 dan QS. Al-Wāqi‟ah (56)ayat 23. Frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn dalam kedua ayat tersebut berfungsi sebagai bentuk tashbih (keserupaan), yakni tashbih mursal. Dalam penelitian ini penulis akan mengupas makna dari frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn baik dari segi leksikal maupun gramatikal menggunakan acuan teori semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini memuat dua persoalan yakni: (1) bagaimana ma'na Lu‟lu‟ Al-Maknūn dalam al-Qur'an perspektif ulama ahli tafsir, dan (2) bagaimana ma'na Lu‟lu‟ Al-Maknūn perspektif semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian pustaka). Data atau bahan primer yakni kedua ayat yang memuat frasa lu'lu' al- Maknūn. Data sekunder berasal dari literatur lain yang relevan dengan tema penelitian. Data kemudian dikumpulkan melalui dokumentasi tulisan, selanjutnya direduksi dan disajikan mengacu pada teori yang digunakan serta tema utama penelitian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan: (1) penafsiran QS. Al-Ṭūr ayat 24 dan QS. Al-Wāqi‟ah ayat 23 diambil dari beberapa karya tafsir yang dipetakan melalui konsep periodesasi milik Abdul Mustaqim. Beberapa sajian kitab tafsir yang digunakan yakni Jāmi' al-Bayān an Ta'wīl Ayy al-Qur'ān, Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm, Mafātīḥ al-Ghayb, al-Muḥarrar al-Wajīz, al-Tahrir wa al-Tanwir, al-Tafsir al- munīr, Tafsir al-Miṣbaḥ, Tafsir al-Azhār. Frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn dalam beberapa tafsir tersebut secara tekstual tetap dimaknai dengan "mutiara yang tersimpan", serta tambahan keterangan sebagai metafora dari wildān mukhalladūn dan hūr al-īn. (2) Sedangkan dalam perpektif semantik Toshihiko Izutsu, frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn masing-masing dikaji melalui makna dasar dan makna relasional. Makna dasar lu'lu' dalam beberapa kamus "mutiara" sedangkan kata al-Maknūn berasal dari kanna- yakinnu-kannan yang artinya "tersimpan". Dalam kajian aspek sinkronik tidak ditemukan perubahan makna yang ada dalam setiap ayat yang memuat frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn tersebut baik pada periode makiyah atau pun madaniyah. Dalam kajian aspek diakronik berdasar pada tiga periodesasi yakni pra-Qur'anik, Qur'anik, dan pasca-Qur'anik frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn juga tidak memiliki perkembangan makna, artinya frasa ini bersifat statis secara makna. Kemudian dalam kajian weltanschauung, frasa Lu‟lu‟ Al-Maknūn adalah kecantikan, ketenteraman, dan kenikmatan. Arti kecantikan berdasarkan syair Arab jahiliyah yang mengumpamakan kekasih sedang memakai kalung dari mutiara. Sedangkan arti ketenteraman dan kenikmatan yang merupakan metafor dari frasa ḥūr al- „Īn dan wildan mukhalladūn berdasarkan QS. al-Waqi‟ah ayat 23 dan QS. Al-Ṭūr ayat 24 yang menjelaskan keindahan surga.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Tafsir Bahasa Arab > Tata Bahasa |
||||||||||||
| Keywords: | Lu'lu' Al-Maknūn; Semantik; Tafsir; Toshihiko Izutsu. | ||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Elina Nurjannah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 03:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 04 Mar 2026 03:14 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86082 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
