This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Khumaiyah, Azizah Arsy (2025) Tinjauan hukum pidana islam terhadap sanksi pidana pada pelaku persetubuhan dengan anak sebagai korban: studi kasus di pengadilan negeri Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Azizah Arsy Khumaiyah_05020322036 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Azizah Arsy Khumaiyah_05020322036 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 11 January 2029. Download (3MB) |
Abstract
Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, khususnya di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sidoarjo, masih marak terjadi dengan modus yang semakin beragam seiring perkembangan teknologi. Ketidaksamaan sanksi pidana dan denda dalam berbagai putusan menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi dan pertimbangan hakim dalam menyeimbangkan hak pelaku serta korban. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama, yaitu bagaimana penjatuhan sanksi pidana pada pelaku persetubuhan anak dalam tinjauan teori pemidanaan, dan bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap penjatuhan sanksi tersebut dalam putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan putusan. Fokus penelitian terletak pada analisis tiga putusan, yaitu Nomor 80/Pid.Sus/2024/PN.Sda, 193/Pid.Sus/2024/PN.Sda, dan 750/Pid.Sus/2024/PN.Sda. Serta berfokus pada perundang-undangan, penyeimbangan, putusan , kasus, dan behavioural juris prudence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan sanksi dalam ketiga putusan tersebut mencerminkan penerapan teori gabungan berdasarkan aspek retribusi, rehabilitasi, dan deterensi. Dalam tinjauan hukum pidana Islam, perbuatan para terdakwa diklasifikasikan sebagai jarīmah ta’zīr yang berat karena melanggar prinsip ḥifẓ al-nasl (menjaga keturunan) dan ḥifẓ al-dīn (menjaga agama). Meskipun dalam Islam pelaku ghairu muḥṣan seharusnya dijatuhi hukuman cambuk (jild), namun hukuman penjara dan denda yang dijatuhkan hakim terutama denda Rp1 Miliar pada Putusan Nomor 80/Pid.Sus/2024/PN.Sda yang dinilai memiliki substansi yang setara (prinsip al-jazā’) dalam memberikan efek jera (zajr) dan perlindungan terhadap kemaslahatan masyarakat (maṣlaḥah). Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada Majelis Hakim agar terus memperkuat pertimbangan yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku secara fisik, tetapi juga mempertimbangkan aspek perlindungan masa depan korban melalui instrumen restitusi yang sejalan dengan konsep diyat dalam Islam. Selain itu, pemerintah dan lembaga terkait perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten digital dan edukasi keluarga untuk mencegah terjadinya eksploitasi seksual anak sejak dini. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji lebih dalam mengenai efektivitas eksekusi denda satu miliar rupiah dalam memberikan pemulihan nyata bagi korban kekerasan seksual.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum > Hukum Pidana Islam Hukum Islam > Perzinaan Perilaku > Perilaku Seksual |
||||||||
| Keywords: | Anak; Seks; Kekerasan Seksual | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Azizah Arsy Khumaiyah | ||||||||
| Date Deposited: | 11 Jan 2026 16:52 | ||||||||
| Last Modified: | 11 Jan 2026 16:52 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86088 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
